APBD KALTIM 2013 dipatok Rp13 triliun

 
Arma Editor | 03 April 2012 19:01 WIB

 

BALIKPAPAN: Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kaltim 2013 diproyeksikan mencapai Rp13 triliun dengan kapasitas riil kemampuan keuangan Rp9,17 triliun dan pengeluaran pembiayaan yang wajib dan mengikat sebesar Rp3,83 triliun.
 
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kaltim Rusmadi mengatakan proyeksi ini meningkat dibandingkan dengan angka APBD Kaltim 2012 yang mencapai Rp10,2 triliun.
 
“APBD ini ditujukan untuk merealisasikan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013 yang telah ditetapkan sebelumnya,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis  hari ini.
 
Dia menambahkan indikator kinerja utama pembangunan sesuai dengan target RPJMD Kaltim 2013 adalah pertumbuhan ekonomi 4%,  tingkat pengangguran 7,42%, tingkat kemiskinan 7%, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Rp588,48 triliun, dan pendapatan perkapita Rp65,61 juta. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 77,01 dan pertumbuhan penduduk dipatok sebesar 2,09%.
 
Rusmadi juga mengemukakan beberapa isu strategis pembangunan Kaltim pada 2013 adalah sektor infrastruktur, lingkungan, pendidikan serta percepatan pembangunan di kawasan pedalaman dan perbatasan.
 
Selain itu, pihaknya juga akan mengarahkan sektor industri manufaktur non pertambangan agar bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar.
 
“Selama ini Kaltim memiliki tren PDRB meningkat dan pertumbuhan ekonomi berfluktuatif tetapi tidak diikuti dengan penurunan kemiskinan dan pengangguran yang signifikan. Ini karena ketergantungan pada sektor migas dan tambang yang masih begitu besar sementara penyerapan tenaga kerjanya kecil,” paparnya.
 
Masalah lain yang juga akan berusaha ditekan adalah mengurangi angka migrasi penduduk dari daerah lain yang tidak memiliki keahlian khusus. Rusmadi mengatakan salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan adalah migrasi penduduk miskin dari daerah lain ke Kaltim sehingga masih tetap menyisakan masalah.
 
“Kami akan bahas bagimana penuntasannya bersama dengan kabupaten/kota yang ada di Kaltim dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang),” katanya.
 
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Fauzi Bahtar mengatakan sebaiknya dalam program yang disusun untuk APBD 2013 lebih diarahkan pada pembangunan infrastruktur. “Selama ini masalah infrastruktur menjadi permasalahan klasik yang selalu terjadi setiap tahun,” tukasnya.
 
Dia mengatakan infrastruktur akan membantu kelancaran arus distribusi barang dari satu daerah ke daerah lainnya. Utamanya untuk daerah yang masih terisolir karena ketiadaan akses menuju daerah tersebut.
 
Pemprov Kaltim, jelas Fauzi, juga perlu untuk menggerakkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) karena langsung bersentuhan dengan ekonomi masyarakat. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi yang tercatat bisa juga dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
 
Naik 15%
 
Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Kaltim  Yadi Sabiannoor mengatakan pada 2013 investasi yang masuk ke KAltim juga dipatok naik menjadi Rp35 triliun, meningkat 15% dari target 2012 yaitu Rp30 triliun.
 
“Utamanya dari sektor industri non pertambangan dan infrastruktur,” ujarnya.
 
Dia menambahkan investor yang digiring masuk ke Kaltim meliputi seluruh sumber baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan tidak merujuk pada salah satu investor, imbuh Yadi, target diharapkan bisa tercapai sesuai dengan perkiraan awal.
 
Yadi mengakui pihaknya selama ini banyak mempromosikan kawasan industri dan pelabuhan internasional (KIPI) Maloy yang mengkhususkan pada agroindustri dan oleochemical. Harapannya, kawasan tersebut bisa berkembang sesuai dengan proyeksi. “Sepanjang potensial untuk diinvestasikan kami akan promosikan kepada investor.” (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top