BUMN calon privatisasi 2011 dibahas pekan depan

JAKARTA: Usulan nama perusahaan BUMN untuk program privatisasi 2011 baru akan dibahas pada Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian BUMN pada pertengahan minggu depan.Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan hingga saaat ini belum ada kepastian nama-nama perusahaan
News Editor | 19 Desember 2010 11:32 WIB

JAKARTA: Usulan nama perusahaan BUMN untuk program privatisasi 2011 baru akan dibahas pada Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian BUMN pada pertengahan minggu depan.Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan hingga saaat ini belum ada kepastian nama-nama perusahaan yang akan diajukan kepada Komite Privatisasi. Dia mengakui adanya pengunduran waktu dalam pembahasan privatisasi BUMN 2011 karena terbentur dengan kegiatan lainnya."Senin kemarin tadinya mau Rapim, tetapi tidak jadi. Mungkin pertengahan minggu depan. Kami mau membahas masalah privatisasi dan hal lainnya yang mungkin masih belum selesai. Kami juga belum mengusulkan nama ke Komite Privatisasi, jadi belum ada yang pasti," ujarnya, akhir pekan lalu.Terkait empat nama BUMN yang disebutkan oleh Deputi Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN Achiran Pandu Djajanto, Mustafa mengatakan belum berani memastikan empat BUMN itu akan diajukan kepada Komite Privatisasi atau tidak. Namun Mustafa menegaskan Kementerian BUMN tetap akan mengajukan sekitar tujuh sampai sepuluh nama kepada Komite Privatisasi. "Itu juga belum diputuskan. Bisa iya, bisa juga berubah. Sepanjang memenuhi syarat mungkin bisa. Tetapi kami juga sedang mencermati lagi persyaratannya [untuk privatisasi BUMN]. Kami masih akan ajukan 7-10. Menko Perekonomian kan juga sudah bilang, bagusnya sebanyak-banyaknya [diajukan]" jelasnya.Sebelumnya Pandu mengatakan pemerintah berencana mendivestasi 30% sahamnya di empat BUMN pada tahun depan melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). BUMN itu adalah PT Inti, PT Semen Baturaja, PT Hutama Karya, dan PT Jasindo. Berdasarkan catatan Bisnis, ada enam perusahaan BUMN yang disebut-sebut akan dilepas ke publik adalah PT Hutama Karya, PT Jasindo. PT Rekayasa Industri, PT Semen Baturaja, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) serta PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Adapun saham yang akan dilepas pemerintah ke pasar maupun ke pembeli lain berkisar antara 25% hingga 40%. Pemerintah berupaya untuk tetap menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan-perusahaan tersebut. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top