Paspor elektronik diluncurkan bertahap

JAKARTA: Paspor biasa yang berbentuk buku masih tetap berlaku meskipun paspor elektronik (e-passport) diluncurkan Januari 2011. Biaya pembuatannya juga tidak mengalami kenaikan.Selain itu, paspor elektronik yang akan diluncurkan oleh Ditjen Imigrasi,
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 Desember 2010  |  10:06 WIB

JAKARTA: Paspor biasa yang berbentuk buku masih tetap berlaku meskipun paspor elektronik (e-passport) diluncurkan Januari 2011. Biaya pembuatannya juga tidak mengalami kenaikan.Selain itu, paspor elektronik yang akan diluncurkan oleh Ditjen Imigrasi, Kemenhukham, ini bersifat pilihan. Artinya, masyarakat bisa memilih untuk menggunakan paspor biasa atau paspor elektronik.Direktur Sistem Informasi Keimigrasian Ditjen Imigrasi Erwin Azis mengatakan paspor lama harganya tidak naik, meski ada paspor elektronik. "Paspor elektronik bersifat uji coba dan jumlahnya sedikit dibanding paspor lama. Bagi yang berminat bisa memiliki paspor elektronik tetapi paspor lama tetap berlaku," jelas Erwin.Menurut dia, paspor elektronik ini akan diluncurkan secara bertahap. Uji coba tahap pertama akan meluncurkan 18.000 paspor elektronik. Jika uji coba pada awal tahun depan berhasil, jumlahnya akan ditingkatkan untuk uji coba berikutnya selama dua hingga tiga tahun."Indikator keberhasilan paspor elektronik ini adalah interoperabilitas dimana paspor ini bisa dibaca di semua imigrasi di dunia," tutur Erwin.Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2009 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, biaya pembuatan paspor biasa sebesar Rp200.000 per buku. Dalam undang-undang itu pemerintah juga telah menetapkan biaya paspor elektronik sebesar Rp600.000.Menanggapi perbedaan harga paspor biasa dengan paspor elektronik yang cukup mencolok, Erwin memberikan alasan tersendiri."Harganya lebih mahal daripada paspor biasa karena ada komponen yang dibayar, yakni chip yang belum bisa diproduksi perusahaan lokal. Tapi masyarakat bukan harus pakai ini. Asal tahu saja, harga paspor elektronik di Indonesia paling murah se-Asia Tenggara," jelas pria yang menamatkan S2 di Universitas Airlangga ini.Sebagai perbandingan, biaya pembuatan paspor elektronik di Malaysia mencapai 300 Ringgit (sekitar US$92), Filipina menetapkan biaya US$60, Jepang US$120, Selandia Baru US $101, Australia $153, Inggris US$107, Perancis US$77, dan Amerika Serikat US$97.Erwin juga optimis pemberlakuan paspor elektronik ini berhasil di masa mendatang."Kami harapkan tidak terjadi untuk plan B atau C karena kami mempergunakan jasa orang yang pernah menggunakan dan memahami teknologi ini. Kemarin kami telah melakukan percobaan dan itu berhasil," kata Erwin. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top