Usaha walet di Medan akan kena pajak

MEDAN: Berikut ringkasan berita ekonomi dan umum terbitan lokal dari Medan dan sekitarnya antara lain tahun depan pengusaha sarang burung walet dikenakan pajak 10% dan jenazah seorang TKW asal Medan tiba di rumah duka setelah 101 hari di Arab Saudi.KENA
Yusuf Waluyo Jati | 08 Desember 2010 02:36 WIB

MEDAN: Berikut ringkasan berita ekonomi dan umum terbitan lokal dari Medan dan sekitarnya antara lain tahun depan pengusaha sarang burung walet dikenakan pajak 10% dan jenazah seorang TKW asal Medan tiba di rumah duka setelah 101 hari di Arab Saudi.KENA PAJAK: Mulai 2011 pengusaha sarang burung walet di Medan dikenakan pajak 10%. Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengatakan mulai 2011 pengusaha sarang burung walet di Medan akan ditarik pajak 10% dari omset penjualan."Ranperdanya sudah diajukan kepada dewan untuk dimintakan persetujuan secepatnya. Sehingga pajak sarang burung walet ini dapat dijalankan mulai 2011," ujarnya di Medan kemarin. (MedanBisnis)DIBUNUH DI KAFE: Seorang pengunjung kafe di Deli Serdang, Sumut bernama Saring, 58, ditikam orang tidak dikenal (OTK), sementara 10 orang diamankan polisi dalam peristiwa berdarah tersebut.Tewasnya seorang pengunjung kafe membuat warga berang sehingga membakar warung kafe yang berdiri di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II Tanjung Morawa, Sumut.Sepuluh penjaga kafe dan orang tidak dikenal diamankan polisi di kantor Polresta Deli Serdang. (Sinar Indonesia Baru)TIKET MELAMBUNG: Menjelang Natal dan Tahun Baru harga tiket pesawat Medan-Jakarta melambung menjadi Rp1,2 juta dari sebelumnya sekitar Rp600 ribu per orang.Data yang dihimpun di Polonia Medan menunjukkan bahwa biro perjalanan sudah menawarkan tiket menjadi Rp1,2 juta tujuan Medan-Jakarta.Tingginya harga tiket pesawat tersebut diduga karena permintaan meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru. "Biasanya banyak orang Sumut yang pulang kampung. Sebaliknya, ada yang berlibur ke Jawa," ujar petugas Erik Travel L. Hutabarat. (Sumut Pos)DIHAJAR MASSA: Lima warga Medan dihajar massa di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut karena diduga mau menculik anak-anak dibawah umur 10 tahun ke bawah.Kelima warga Medan termasuk sebuah mobil Toyota Avanza yang dikendarai remuk dihajar massa karena isu penculikan anak ada di dalam mobil.Kapolresta Tapteng AKBP Dicky Patrianegara membenarkan adanya kejadian pemukulan massa di daerah itu karena ada isu penculikan anak. "Penculikan anak tidak ada. Masyarakat diminta tenang dan tidak menghakimi orang yang belum tentu bersalah. Kalau ada mencurigakan laporkan kepada polisi," ujarnya, kemarin.(Waspada)CPNS: Anggota DPR Aceh mengharapkan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di daerah itu harus transparan dan bebas kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).Ketua Komisi A DPR Aceh Adnan Beuransyah menegaskan sudah menjadi rahasia umum bahwa penerimaan CPNS di lingkungan pemerintah Aceh penuh dengan KKN."Kami mengharapkan penerimaan CPNS 2011 bersih dari KKN, sehingga pegawai yang lulus benar-benar yang berkualitas dan mampu melakukan perbaikan birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya, kemarin.(Analisa)TKW: Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Sumut yang meninggal di Arab Saudi tiba setelah 101 hari meninggal. Helena Apolina Situmorang seorang TKW medis yang bekerja di Arab Saudi tewas kecelakaan lalu lintas 27 Agustus 2010. Korban sudah bekerja dua tahun di Arab Saudi sebagai perawat di General Hospital Madina Munawarrah, Arab Saudi.Anggota DPD Pemilihan Asal Sumut Parlindungan Purba yang melayat ke rumah duka sangat menyayangkan sikap pemerintah yang lamban menangani kasus ini. "Kasus ini terangkat ke permukaan setelah keluarga mengadu kepada angota DPR RI Diah Pitaloka," ujarnya di Medan kemarin. (Tribun Medan) (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top