Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

One Way Arus Balik Diterapkan dari Palimanan KM 188 - Cikopo KM 72

Operator jalan tol memberlakukan skema rekayasa lalu lintas satu arah atau one way khusus untuk kendaraan ke arah Jakarta.
Suasana lalu lintas saat kebijakan contraflow dari KM 41 di Tol Jakarta-Cikampek, Selasa (1/4/2025). ANTARA/HO-Jasamarga Transjawa Tol.
Suasana lalu lintas saat kebijakan contraflow dari KM 41 di Tol Jakarta-Cikampek, Selasa (1/4/2025). ANTARA/HO-Jasamarga Transjawa Tol.

Bisnis.com, JAKARTA -- Operator jalan tol memberlakukan skema rekayasa lalu lintas satu arah atau one way khusus untuk kendaraan ke arah Jakarta dari Palimanan KM 188 - Tol Cikopo KM 78.

Pemberlakuan one way tersebut ditujukan untuk mengantisipasi peningkatan kendaraan seiring dengan prediksi puncak arus balik yang kemungkinan terjadi pada tanggal 5-7 April 2025.

"Palimanan KM 188 - Cikopo KM 72 DIBERLAKUKAN SATU ARAH (ONE WAY). Jalur Satu Arah (ONE WAY), khusus Kendaraan yang menuju arah Jakarta," demikian bunyi pengumuman yang dikutip dari akun X (Twitter) @PTJASAMARGA, Jumat (4/4/2025).

Adapun Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan strategi untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran yang diperkirakan terjadi pada tanggal 5 - 7 April 2025.

Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengaku telah memperoleh gambaran mengenai jumlah kendaraan yang selama arus mudik kemarin tercatat ada 2,1 juta kendaraan meninggalkan Jakarta. 

“Kami telah menyiapkan sejumlah strategi hadapi arus balik Lebaran 2025,” kata Irjen Agus dilansir dari laman resmi Korlantas Polri, Jumat (4/4/2025).

Irjen Agus memaparkan skema rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan salah satunya menerapkan skema one way nasional. Skema rekayasa lalu lintas satu arah secara nasional akan diberlakukan mulai 6 April 2025, dengan seremoni dimulai dari Gerbang Tol Kalikangkung.

Strategi selanjutnya, menurut Irjen Agus adalah penerapan contraflow jika volume kendaraan meningkat. Contraflow akan diterapkan mulai dari Km 70 hingga Km 47 Tol Jakarta-Cikampek, dan dapat diperpanjang hingga Km 36 jika diperlukan. 

Langkah berikutnya yang disiapkan Korlantas adalah penggunaan jalan tol fungsional, yaitu jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) 2 Selatan yang akan difungsikan sepanjang 30 kilometer dari Sadang hingga Cibatu untuk membantu mengurai kepadatan arus balik dari arah Bandung.

“Tentunya ini nanti akan melihat parameter-parameter yang belakangan bangkitan arusnya seperti apa sehingga akan kita lakukan langkah-langkah yang tepat baik menganalisa di non tol arteri atau jalan nasional karena diberlakukan one way di non tol harus kita kelola dengan baik,” ucapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Edi Suwiknyo
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper