Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perbandingan Poling Sementara Trump vs Kamala di Pilpres AS 2024

Kamala Harris masih tertinggal di belakang Donald Trump berdasarkan poling sementara.
Wakil Presiden AS Kamala Harris berbicara dalam perayaan Empat Juli di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, DC, AS, pada hari Kamis, 4 Juli 2024. Fotografer: Tierney L. Cross/Bloomberg
Wakil Presiden AS Kamala Harris berbicara dalam perayaan Empat Juli di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, DC, AS, pada hari Kamis, 4 Juli 2024. Fotografer: Tierney L. Cross/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Joe Biden resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari pencalonan presiden di Pilpres AS 2024.

Dirinya kemudian menunjuk Kamala Harris sebagai pengganti dirinya untuk maju sebagai calon presiden (capres).

Melansir Guardian, Kamala Harris kemudian mengatakan bahwa dirinya siap mengerahkan seluruh kekuataannya untuk Partai Demokrat.

Mundurnya Joe Biden dalam Pilpres ini disebut karena banyaknya tekanan dari berbagai pihak, yang menyebut dirinya sudah tak layak lagi.

Salah satu alasan paling mendasar sejumlah orang, hingga senior politik, memintanya mundur adalah masalah kesehatan.

Digantinya Biden menjadi Kamala pun menimbulkan pertanyaan, apakah Partai Demokrat bisa mengalahkan Trump yang saat ini lebih unggul menurut poling suara.

Dalam jajak pendapat nasional terbaru NBC News yang dilakukan lebih dari seminggu, baik Biden maupun Harris membuntuti Trump dengan selisih 2 poin di antara pemilih terdaftar, meskipun persentase sebenarnya untuk masing-masing kandidat adalah sama.

Trump masih unggul atas Biden dengan perolehan suara 45%-43%, sementara ia juga unggul 47% dibandingkan Harris yang 45% dalam pertarungan mereka.

Kemudian jajak pendapat nasional Fox News pasca-debat menunjukkan bahwa Trump unggul 1 poin dibandingkan Biden (Trump 49%, Biden 48%) dan Harris (Trump 49%, Harris 48%) di antara pemilih terdaftar.

Namun jajak pendapat lain menunjukkan Harris sedikit mengungguli Biden dengan selisih 1 atau 2 poin – meskipun, secara kritis, ia masih tertinggal dari Trump pada saat ini dalam beberapa pertarungan penting.

Jajak pendapat nasional CBS News/YouGov terhadap calon pemilih yang dilakukan setelah upaya pembunuhan menunjukkan bahwa Trump unggul 5 poin dari Biden di antara calon pemilih, 52% berbanding 47%, sementara jajak pendapat menunjukkan Harris tertinggal 3 poin, 51% berbanding 48%.

Dan dalam jajak pendapat New York Times/Siena College di Pennsylvania dan Virginia, Harris memperoleh hasil 2 poin lebih baik dibandingkan Biden di antara calon pemilih di kedua negara bagian tersebut.

Meskipun jajak pendapat NBC News baru-baru ini menunjukkan bahwa Biden dan Harris tertinggal 2 poin di belakang Trump secara nasional, survei tersebut menemukan beberapa perbedaan penting di antara kelompok demografis.

Salah satunya adalah Harris sedikit mengungguli Biden di kalangan pemilih kulit hitam, dan memimpin Trump di antara pemilih kulit hitam dengan selisih 64 poin (78% berbanding 14%).

Sedangkan Trump masih mengungguli Kamala Harris di antara pemilih kulit putih.

Meskipun secara garis besar, dari usia, jenis kelamin, hingga pemilih Latin, Trump dan Kamala memiliki angka yang tidak jauh beda.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper