Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengiriman Bantuan Terbatas, Jumlah Warga Gaza Tewas Kelaparan Meningkat Jadi 27 Orang

Jumlah kematian akibat kelaparan yang tercatat di rumah sakit di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 27 orang.
Warga Palestina berbuka puasa dalam kondisi yang sulit di kamp pengungsi Jabalia pada hari pertama bulan suci Ramadan di Gaza pada 11 Maret 2024./Reuters
Warga Palestina berbuka puasa dalam kondisi yang sulit di kamp pengungsi Jabalia pada hari pertama bulan suci Ramadan di Gaza pada 11 Maret 2024./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah kematian akibat kelaparan yang tercatat di rumah sakit di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 27 orang.

Berdasarkan laporan televisi Al Jazeera, 2 orang anak yang meninggal dunia di RS Kamal Adwan merupakan korban kelaparan terbaru.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa lebih dari 15% anak-anak di Gaza mengalami kekurangan gizi akut dan hampir 3% dari mereka menderita kurus parah.

WHO menyatakan bahwa penurunan status gizi penduduk Gaza dalam beberapa bulan sebelumnya merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya secara global.

Sementara itu, menurut laporan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), tidak lebih dari 168 truk yang membawa bantuan kemanusiaan dapat memasuki Jalur Gaza dalam satu hari pada bulan ini. 

“Sejauh ini rata-rata 168 truk bantuan per hari menyeberang ke Gaza Strip pada Maret,” kata badan tersebut di X, dilansir TASS, Selasa (12/3/2024). 

Badan tersebut juga melaporkan bahwa 155 fasilitas medis dan 32 rumah sakit di Gaza telah rusak, dan 53 fasilitas medis lainnya tidak berfungsi karena peperangan dan kekurangan obat-obatan. 

Adapun pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza turun sebesar 50% pada Februari lalu. Menurut penilaian UNRWA, sekitar 98 truk yang membawa bantuan kemanusiaan memasuki Gaza pada Februari 2024. 

Seperti diketahui, perundingan gencatan senjata di Kairo Mesir untuk memperjuangkan warga Gaza Palestina tampaknya terhenti. 

Kepala UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan bahwa bulan Ramadan seharusnya membawa gencatan senjata bagi warga Gaza. 

Akan tetapi, menurutnya kini yang terjadi sebaliknya, di Gaza terjadi kelaparan ekstrem yang meluas, pengungsian terus berlanjut, ketakutan dan kecemasan muncul di tengah ancaman operasi militer Israel di Rafah. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Editor : Muhammad Ridwan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper