Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Suara PSI Tembus 3% versi KPU, Hasil Quick Count Meleset?

Perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia alias PSI telah mencapai 3% berdasarkan hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep (tengah) bersama Ketua Umum Partai Gerindra dan Calon Presiden Prabowo Subianto (keempat kanan) didampingi sejumlah petinggi partai koalisi berfoto di Jakarta, Selasa (24/10/2023). - Bisnis/Suselo Jati
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep (tengah) bersama Ketua Umum Partai Gerindra dan Calon Presiden Prabowo Subianto (keempat kanan) didampingi sejumlah petinggi partai koalisi berfoto di Jakarta, Selasa (24/10/2023). - Bisnis/Suselo Jati

Disclaimer: ...

Bisnis.com, JAKARTA -- Perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia alias PSI telah mencapai 3% berdasarkan hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) per Jumat (1/3/2024) pukul 06.00 WIB. Angka itu dihitung berdasarkan data masuk sebanyak 65,62% dari 823.236 tempat pemungutan suara (TPS).

PSI menjadi satu-satunya partai yang mengalami pertumbuhan suara yang cukup signifikan. Ini berbanding terbalik dengan perolehan suara partai tradisional seperti PDIP, Golkar, Gerindra atau PKB yang suaranya cenderung stagnan atau bahkan menurun secara persentase.

Nasib PSI juga jauh lebih baik dibandingkan dengan partai-partai non parlemen lainnya, misalnya Partai Gelora, Perindo, Partai Bulan Bintang, hingga Partai Kebangkitan Nusantara. Raihan suara partai-partai ini hanya di kisaran 0,2% sampai dengan 1%-an. Tidak ada yang mampu menembus angka 2% apalagi 3% seperti PSI.

Capaian 3% tentu jauh di atas hasil quick count alias hitung cepat sejumlah lembaga, meskipun angka itu tetap berada di kisaran margin of error 2,9%.

Berdasarkan penghitungan cepat atau quick count Lembaga Survei Indonesia per Kamis (15/2/2024), PSI hanya memperoleh suara 2,8% dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.

Sementara itu, berdasarkan penghitungan cepat Indikator Politik, PSI hanya mengantongi 2,8% suara dalam Pileg 2024 secara nasional.

Begitu juga dengan data penghitungan cepat oleh Poltracking Indonesia dimana perolehan suara PSI dalam Pileg 2024 hanya mencapai 2,89% atau batas atasnya di angka 3,05%.

Data KPU

Sementara itu, data KPU pada Jumat (1/3/2024) pukul 06.00 WIB dengan suara yang masuk sebanyak 65,62%, PSI memperoleh suara banyak 2.291.882 atau 3%. Suara PSI naik sebanyak 0,15% dari hari sebelumnya yang hanya 2,85%.

PSI menjadi salah satu partai yang mengalami pertumbuhan suara secara signifikan. Pasalnya, pada tanggal 28 Februari 2024, suara PSI masih di angka 2,79%.

Sementara itu partai-partai lainnya cenderung stagnan atau bahkan menurun secara persentase. PDIP misalnya turun dari 16,51% menjadi 16,44%, Golkar turun menjadi 15,1, Gerindra 13,34%, dan PKB di angka 11,59%.

Kendati turun, keempat partai tersebut tetap memimpin perolehan suara sementara versi real count KPU. Nasib PSI berbanding terbalik dengan PPP yang turun dari 4% menjadi 3,97%. Itu artinya PPP berpotensi tidak lolos ke Senayan.

Selebihnya, partai nasional peserta Pemilu 2024 tercatat meraih suara di bawah 10%. Mayoritas dari kelompok partai nasional itu pun hanya meraup suara di bawah 5%.

Bahkan, sembilan partai meraup suara di bawah 4% atau berada di bawah ambang batas parlemen (parliamentary threshold) Pemilu 2024 yang ditetapkan sebesar 4% oleh Undang-Undang No. 7/2014 tentang Pemilihan Umum. Dengan begitu, 9 partai tersebut 'gagal' masuk ke Senayan.

Secara persentase kenaikan suara PSI tersebut melebihi partai-partai lainnya bahkan jika dibandingkan partai-partai besar dan sedang yang memiliki basis suara yang kuat 

Untuk diketahui, KPU sebelumnya telah mengumumkan bahwa terdapat 24 partai politik nasional yang resmi menjadi peserta Pemilu 2024. 

Terdapat 18 partai nasional yang dikukuhkan KPU sebagai peserta Pemilu 2024, sedangkan ada 6 partai lokal Aceh yang terlibat dalam kontestasi politik lima tahunan ini.

Berikut, rangkuman data hasil real count Pemilu 2024:

1. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 11,59%
2. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra):13,34%
3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP): 16,44%
4. Partai Golkar: 15,1%
5. Partai Nasdem: 9,44%
6. Partai Buruh: 0,59%
7. Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora): 1,35%
8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS): 7,52%
9. Partai Kebangkitan Nusantara (PKN): 0,21%
10. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura): 0,73%
11. Partai Garda Republik Indonesia (Garuda): 0,29%
12. Partai Amanat Nasional (PAN): 6,97%
13. Partai Bulan Bintang (PBB): 0,33%
14. Partai Demokrat: 7,43%
15. Partai Solidaritas Indonesia (PSI): 3%
16. Partai Perindo (Perindo): 1,26%
17. Partai Persatuan Pembangunan (PPP): 3,97%
24. Partai Ummat:0,42%


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Edi Suwiknyo
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper