Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemilu 2024: 'Korea-Korea' Berebut Galah Menuju Senayan

Para 'korea-korea' berebut galah supaya bisa melenting lolos ke Senayan.
Warga menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019. Indonesia kembali menggelar Pemilu pada Rabu, 14 Februari 2024 untuk memilih wakil rakyat dan Presiden-Wakil Presiden/Reuters-Willy Kurniawan
Warga menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019. Indonesia kembali menggelar Pemilu pada Rabu, 14 Februari 2024 untuk memilih wakil rakyat dan Presiden-Wakil Presiden/Reuters-Willy Kurniawan

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul melontarkan istilah unik saat rapat dengan Ketua Komite Tim Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Mahfud Md April 2023  lalu.

Mahfud Md kala itu masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Ia juga belum ditunjuk sebagai calon wakil presiden alias cawapres pendamping Ganjar Pranowo.

Ceritanya, Bambang Pacul mencairkan suasana rapat, yang semula serius dan tegang, saat melontarkan istilah ‘Korea’ di pembahasan Rancangan Undang-Undang terkait dengan perampasan aset.

“Pak Mahfud tanya pada kite, tolong dong UU Perampasan Aset dijalanin. Republik ini gampang Pak, lobinya jangan di sini. Ini korea-korea nurut sama bos-nya masing-masing. Bambang Pacul ditelpon Ibu, [perintah] Pacul berhenti, siap. Laksanakan Pak,” kata politikus senior PDI Perjuangan disambut gelak tawa anggota Komisi III.

‘Korea-korea’ merupakan bahasa pergaulan untuk mengasosiasikan teman dekat satu perjuangan, dipakai terutama di Jawa Tengah (Jateng). Istliah ini biasa dipakai sebagai candaan apabila bertemu atau berbincang dengan sahabat dekat.

Tidak jelas istilah korea itu darimana, yang jelas di beberapa tempat, istilah ini biasanya digunakan untuk menunjukkan sosok penguasa, kadang berkonotasi negatif karena identik dengan preman terminal, pasar bahkan preman sekolah.

Namun bagi Bambang Pacul, korea tidak bisa diasosiasikan dengan premanisme. Korea-korea adalah sekumpulan orang nekat dan punya tekad untuk melenting, yang merujuk kepada anggota DPR di Komisi III.

Adapun para anggota DPR periode 2019—2024 itu, akan mengakhiri masa jabatannya pada Oktober 2024. Pada Rabu 14 Februari 2024, pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) berlangsung.

Pemilu tersebut akan memilih Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan memilih calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mulai tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Khusus untuk pemilihan calon anggota DPR, data Komisi pemilihan Umum (KPU) daftar calon tetap atau DCT untuk calon anggota DPR pada Pemilu 2024 sebanyak 9.917 calon.

Mereka tersebar di 84 Daerah pemilihan (Dapil) untuk memperebutkan 580 kursi di Senayan. Dengan jumlah itu, rasio antara jumlah kursi dengan caleg yang bersaing yakni 1:6. Setiap satu kursi di DPR RI diperebutkan oleh enam orang calon anggota legislative (caleg).

Jumlah dapil dan kursi pada Pemilu 2024 bertambah dari Pemilu 2019 yang tercatat sebanyak 80 dapil dengan 575 kursi.

Penambahan jumlah dapil tak terlepas dari adanya pemekaran wilayah, terutama di Papua. Terdapat empat provinsi baru hasil pemekaran Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yakni Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.

Sementara itu, calon anggota DPD terdapat 668 orang kandidat dari 38 provinsi di Indonesia. Jika mengacu ke pemilu sebelumnya, masing-masing provinsi akan diwakili oleh empat orang senator atau anggota DPD.

Sejak 28 November 2023, para calon wakil rakyat itu sudah banyak menyebar alat peraga kampanye di berbagai sudut kota. Wajah mereka terpampang besar dengan nomor urut dan partai politik pengusungnya.

Menarik dicermati, dari ribuan caleg yang bersaing menuju Senayan, tidak semua rekam jejaknya mudah ditelusuri. Sebagai informasi, KPU memberi ruang bagi setiap caleg untuk menampilkan data diri dan profilnya untuk ditampilkan melalui situs KPU.

Profil Caleg Tertutup

Berdasarkan data yang dikumpulkan Bisnis, ada sebanyak 1.924 caleg atau 19,4% yang profil dirinya ditutup rapat-rapat. Masyarakat tidak dapat membuka informasi mengenai caleg bersangkutan, baik itu dari mencari informasi mengenai latar belakang pendidikan, program yang diusung, dan alasan-alasan lain mencalonkan diri menjadi wakil rakyat.

Kalaupun ada celeg yang membuka akses data, informasinya tidak lengkap bahkan cenderung seadanya. Partai politik terbanyak yang menutup profil caleg yang diajukan yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Nasdem, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Bahkan, seluruh profil caleg dari Partai Golkar dan Partai Demokrat tidak bisa diakses. Adapun untuk calon anggota DPD, data Bisnis mencatat sebanyak 38,2% calon anggota DPD menutup profil dirinya.

Pemilu 2024: 'Korea-Korea' Berebut Galah Menuju Senayan

Welly Chan, Inisiator Gerakan Pilihayangbener.id, menyatakan dari temuan lembaganya terdapat sebanyak 43,2% caleg DPR RI tidak mengisi informasi program kerja. Minimnya informasi tentang program kerja ini juga terlihat pada caleg di tingkat DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan DPD.

“Berarti hampir 1 dari 5 caleg tidak mau dikenal oleh calon pemilihnya. Sementara itu, ketersediaan informasi mengenai para caleg yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat masih sangat terbatas. Informasi yang minim pada baliho di sepanjang jalan tidak mencukupi untuk memberikan gambaran yang mendalam mengenai rekam jejak caleg,” katanya melalui keterangan resmi, Senin (5/2/2024).

Menurutnya, pemilih penting untuk mendapatkan informasi lebih mendalam tentang rekam jejak caleg seperti visi, misi, kegiatan, kontribusi, komitmen dan program mereka di tengah masyarakat selama ini.

“Apabila informasi rekam jejak, komitmen dan program ini tidak tersedia bagi publik, masyarakat akan kesulitan memilih caleg berdasarkan kompetensi, pengalaman dan rekam jejak lainnya. Calon pemilih akan cenderung memilih secara asal-asalan atau golput,” katanya.

Oleh sebab itu, pilihyangbener.id akan membantu warga untuk melihat tampilan layout dan isi yang menyerupai surat suara asli, sehingga mereka dapat mempelajari dan berlatih menemukan posisi parpol dan nomor urut caleg terbaik yang akan dicoblos.

“Warga cukup mengizinkan pengambilan lokasi via GPS, atau memilih kabupaten/kota dan kecamatan di TPS mereka, lalu akan muncul gambar sampul surat suara sesuai tingkatan legislatif di dapilnya, dan nama caleg bisa diklik untuk melihat detil informasi mengenai visi, program, dan rekam jejak mereka,” kata Welly.

Caleg Kekerabatan

Selain profil wakil rakyat yang tertutup, terdapat pula relasi dan kekerabatan antarcalon anggota legislatif. Misalnya, pasangan suami istri, anak dengan orang tua, dan lainnya yang maju sebagai caleg.

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Victor Laiskodat yang diusung oleh Partai Nasdem, misalnya maju sebagai caleg di Dapil II NTT. Sementara itu, istrinya Julie Sutrisno Laiskodat bertarung di Dapil I NTT.

Pasangan suami istri, musisi Ahmad Dhani Prasetyo maju sebagai caleg dari Dapil Jawa Timur I melalui Partai Gerindra. Adapun istrinya yakni Mulan Jameela maju dari partai yang sama di Dapil jawa Barat XI. Mulan Jameela merupakan anggota DPR periode 2019—2024.

Ada pula, caleg dari Partai Nasdem Dapil Jateng VII Amelia Anggraini. Sementara itu, suaminya yakni Sugeng Suparwoto yang merupakan anggota Komisi VII DPR saat ini, maju dari partai yang sama di Dapil Jawa Tengah VIII.

Persaingan antara bapak dan anak juga terjadi di arena pemilihan calon anggota DPR. Kandidat dari Partai Demokrat di Dapil Jawa Tengah I Sukawijaya alias Yoyok Sukawi, mesti bersaing dengan ayahnya, Sukawi Sutarip dari daerah pemilihan yang sama.

Sementara itu, Satya W. Yudha menjadi caleg dari Partai Golkar Dapil Jawa Timur IX. Satya W. Yudha merupakan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN). Adapun putrinya yakni Dyah Roro Esti maju dari partai yang sama di Dapil Jawa Timur X. Dyah Roro saat ini masih menjadi Anggota DPR di Komisi VII.

Di Dapil Jawa Tengah IV terdapat sosok Diah Pikatan Putri Haprani yang diusung oleh PDI Perjuangan. Dia merupakan putri dari Ketua DPR Puan Maharani. Puan Maharani bertarung berebut kusi Senayan dari Dapil Jawa Tengah V.

Menurut peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus, wajah parlemen ke depan diperkirakan tidak akan banyak berubah.

Mayoritas caleg yang pada periode 2019—2024 terpilih, kembali maju di Pemilu 2024, Mereka mayoritas menempati nomor urut kunci yang berpotensi kembali terpilih pada pemilu mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper