Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ambisi Kaesang Miskinkan Koruptor Jika Masuk Senayan

Kaesang Pangarep memiliki ambisi untuk mendukung UU Perampasan Aset yang bisa memiskinkan koruptor.
Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, memberikan klarifikasi soal kesiapan dirinya menjadi calon Walikota Depok, Jawa Barat. Dok. Youtube Kaesang Pangarep.
Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, memberikan klarifikasi soal kesiapan dirinya menjadi calon Walikota Depok, Jawa Barat. Dok. Youtube Kaesang Pangarep.

Bisnis.com, SOLO - Ketum PSI, Kaesang Pangarep, memiliki ambisi untuk mendukung UU Perampasan Aset yang bisa memiskinkan koruptor.

Hal tersebut disampaikan Kaesang dalam bincang-bincangnya bersama Putri Tanjung. Dalam acara tersebut, Kaesang mengatakan terjun ke politik lantaran ingin membantu orang banyak.

Sementara kalau hanya di dunia bisnis, ia mengaku memiliki kekuatan terbatas di mana yang dia bantu mungkin hanya 1000 atau 2000 orang saja.

Setelah membuat pernyataan tersebut, Kaesang kemudian mengatakan tentang ambisinya untuk memiskinkan koruptor andai dia atau salah satu anggota partainya berhasil mendapatkan tempat di Senayan.

"Salah satunya adalah, aku selalu mendorong teman-teman PSI nanti kalau udah masuk ke Senayan, itu mendorong untuk mendukung RUU Perampasan Aset yang di mana itu koruptor dimiskinkan," katanya.

Memiskinkan koruptor ini menjadi perjuangan pertama PSI jika mereka mendapatkan kursi di DPR nantinya.

"Aku selalu bilang ke mereka, perjuangin ini ketika kalian pertama masuk," ia menambahkan.

Jika di DPR ambisi tersebut gagal, maka Kaesang akan menerapkan hal ini di internal partainya. Dengan kata lain, PSI akan merampas aset anggotanya yang ketahuan korupsi.

Meski demikian dalam hal ini, Kaesang akan berkonsultasi lebih dahulu kepada beberapa pihak terkait.

"Tapi kalau nggak bisa, itu akan kita lakukan secara internal. Maksudnya secara internal, di dalam partai kalau amit-amit ada yang melakukan (korupsi) kita rampas secara internal partai sendiri."

"Ini kita sedang koordinasi dengan KPK kah atau kepolisian tentang apakah kita bisa melakukan itu," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper