Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

China - Filipina Bentrok di Laut China Selatan, AS Ancam Bakal Intervensi

AS memperingatkan China bahwa negaranya terpaksa melakukan intervensi jika China menyerang kapal-kapal Filipina di Laut China Selatan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyampaikan pidato pada jam tayang utama mengenai pendekatannya terhadap konflik antara Israel dan Hamas, bantuan kemanusiaan di Gaza dan dukungan berkelanjutan untuk Ukraina dalam perang mereka dengan Rusia, dari Ruang Oval Gedung Putih di Washington, AS 19 Oktober 2023. REUTERS/Jonathan Ernst/Pool
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyampaikan pidato pada jam tayang utama mengenai pendekatannya terhadap konflik antara Israel dan Hamas, bantuan kemanusiaan di Gaza dan dukungan berkelanjutan untuk Ukraina dalam perang mereka dengan Rusia, dari Ruang Oval Gedung Putih di Washington, AS 19 Oktober 2023. REUTERS/Jonathan Ernst/Pool

Bisnis.comJAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperingatkan China bahwa AS terpaksa melakukan intervensi jika China menyerang kapal-kapal Filipina di Laut China Selatan, setelah adanya dua tabrakan yang terpisah di perairan yang disengketakan tersebut. 

Biden dalam konferensi persnya di Gedung Putih, menuturkan bahwa dalam seminggu terakhir kapal-kapal China memlakukan tindakan berbahaya dan melanggar hukum ketika Filipina, yang diklaim Biden sebagai negara sahabatnya, menjalankan misi rutin pengadaan pasokan di dalam zona ekonomi eksklusif mereka sendiri di Laut China Selatan

"Setiap serangan terhadap pesawat terbang, kapal, atau angkatan bersenjata Filipina akan melanggar Perjanjian Pertahanan Bersama kami dengan Filipina,” jelas Biden, yang juga menegaskan komitmen pertahanan AS terhadap Filipina yang kuat, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (26/10/2023). 

Diketahui bahwa kapal Penjaga Pantai China bertabrakan dengan kapal pasokan yang dikontrak Filipina, ketika kapal tersebut menuju ke sebuah kapal era Perang Dunia II yang berkarat di Second Thomas Shoal, lebih dari dua dekade yang lalu.

Dua jam kemudian, sebuah kapal milisi maritim China menabrak kapal penjaga pantai Filipina dalam operasi yang sama untuk mengantarkan pasokan.

Pernyataan dari Biden tersebut muncul ketika Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, mengunjungi Washington minggu ini untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi, termasuk pertemuan dengan Biden pada hari Jumat (27/10).

Pertemuan tersebut juga dijadwalkan dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, lantaran kedua negara melanjutkan serangkaian keterlibatan diplomatik yang dimaksudkan untuk mengelola ketegangan.

Adapun, kunjungan Wang sendiri dilihat sebagai bagian dari upaya yang dapat menjadi dasar bagi pertemuan Biden dan Xi bulan depan di California.

Terkait responnya terhadap pernyataan Paman Sam tersebut, China mengatakan bahwa AS bukanlah pihak yang berkepentingan dalam masalah Laut Cina Selatan, sehingga tidak memiliki posisi untuk campur tangan dalam masalah antara Chinadan Filipina.

"Komitmen pertahanan AS untuk Filipina tidak boleh merusak kedaulatan dan hak-hak maritim serta kepentingan Cina di Laut Cina Selatan, dan juga tidak boleh menggunakan komitmen tersebut untuk mendukung klaim ilegal Filipina," jelas  juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Mao Ning.

China sendiri telah berulang kali mendesak Filipina untuk menyingkirkan kapal BRP Sierra Madre tersebut, yang dikatakan ilegal dan dengan sengaja kandas di Second Thomas Shoal tersebut. 

Menurut China, langkah yang Manila lakukan adalah respons terhadap pendudukan China di terumbu karang Mischief yang berdekatan.

China juga menganggap Second Thomas Shoal, yang disebutnya Ren'ai Jiao, merupakan bagian dari wilayahnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper