Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Warga Rusia Antre Menonton Film Barbie meski Ada Sanksi

Film Barbie menarik perhatian banyak orang Rusia, meskipun ada sanksi yang akan diterima dari Barat.
Aktris Margot Robbie berakting dalam film Barbie garapan Warner Bros Studio./ Dok Warner Bros
Aktris Margot Robbie berakting dalam film Barbie garapan Warner Bros Studio./ Dok Warner Bros

Bisnis.com, JAKARTA - Film Barbie menarik perhatian banyak orang Rusia, meskipun ada sanksi yang akan diterima dari Barat.

Setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, serangkaian studio Hollywood berhenti merilis film mereka di Rusia. Namun salinan yang tidak sah berhasil lolos dan diubah ke dalam bahasa Rusia.

Kementerian Kebudayaan Rusia menyimpulkan bahwa film Barbie tidak sejalan dengan maksud dan tujuan yang ditetapkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin untuk melestarikan dan memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual tradisional Rusia.

Anggota parlemen Rusia Maria Butina yakin bahwa film Barbie sangat bertentangan dengan nilai-nilai di Rusia, dan tidak ada yang hebat dari Barbie, bonekanya ataupun filmnya.

"Saya punya masalah dengan Barbie sebagai wujud perempuan. Beberapa gadis terutama di usia remaja mencoba menjadi seperti gadis Barbie, dan melelahkan tubuh mereka," ujarnya, dilansir BBC, Kamis (28/9/2023).

Lebih lanjut, Butina menambahkan bahwa film tersebut belum mendapat izin tayang di bioskop-bioskop Rusia.

"Jangan melanggar hukum. Apakah ini pertanyaan bagi bioskop kita? Tentu saja. Saya mengajukan beberapa permintaan ke bioskop untuk menanyakan atas dasar apa mereka menayangkan film tersebut," katanya.

Saat ditanyai soal pentingnya mematuhi hukum, tentunya Rusia juga melanggar karena menginvasi Ukraina, dan PBB mengatakan itu merupakan pelanggaran total terhadap hukum internasional.

Akan tetapi, dia membantah dan menyatakan bahwa Rusia menyelamatkan Ukraina, dan menyelamatkan Donbass.

Dia berpendapat bahwa Amerika Serikat (AS), NATO, dan negara-negara Barat menggunakan Ukraina untuk berperang melawan Rusia. Ini adalah realitas alternatif yang dirancang untuk menggalang dukungan rakyat Rusia.

Di tengah meningkatnya konfrontasi dengan Eropa dan Amerika, pihak berwenang Rusia tampaknya bertekad untuk membuat masyarakat Rusia menentang Barat.

TV pemerintah juga menyampaikan bahwa para pemimpin Barat sedang berusaha menghancurkan Rusia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper