Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ukraina Tuduh Perusahaan Rokok Philip Morris International Sponsori Invansi Rusia

Ukraina tuduh perusahaan rokok Philip Morris International jadi sponsor invansi Rusia
Logo Philip Morris Internatinal.
Logo Philip Morris Internatinal.

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Pencegahan Korupsi Ukraina menambahkan perusahaan tembakau terkemuka dunia Japan Tobacco International (JTI) dan Philip Morris International ke dalam daftar sponsor perang internasional.

Menurut situs badan tersebut, perusahaan-perusahaan tersebut masihmelakukan bisnis di Rusia dan mendukung perekonomiannya padahal dalam situasi perang.

Secara khusus, Japan Tobacco International adalah pemimpin pasar tembakau yang tak terbantahkan di Rusia dengan pangsa pasar hampir 35%. Perusahaan ini diwakili di pasar Rusia, khususnya oleh merek Winston, LD, Mevius, Camel, dan Sobranie.

“Selama 20 tahun terakhir, investasi JTI dalam perekonomian Rusia telah melampaui $4,6 miliar. Pada tahun 2020, pembayaran pajak perusahaan menyumbang 1,4% dari pendapatan anggaran federal Rusia. Perusahaan sendiri secara terbuka menyatakan bahwa pasar Rusia menghasilkan sekitar $2 miliar. pada tahun 2022 untuk JT Group, atau sekitar 11% dari pendapatan konsolidasinya pada tahun 2022,” demikian pernyataan lembaga tersebut dikutip dari Kyiv Independent.

Badan Nasional Pencegahan Korupsi Ukraina menambahkan bahwa meskipun perwakilan JTI menyatakan bahwa JT Group telah menghentikan investasi baru dan aktivitas pemasaran di Rusia, perusahaan tersebut masih terus memproduksi dan mendistribusikan produk di Rusia.

Adapun pangsa pasar Philip Morris International di Rusia sebesar 30,1% pada tahun 2019. Dengan demikian, perusahaan tersebut merupakan salah satu pembayar pajak terbesar terhadap anggaran Rusia, yang kemudian mendukung tentara Rusia.

Philip Morris International memproduksi produk Marlboro, Parliament, Bond, Chesterfield, L&M, Next, dan HEETS. Saat ini, total investasi Philip Morris International di Rusia melebihi $2 miliar.

Halaman
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rendi Mahendra
Editor : Rendi Mahendra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper