Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Moeldoko Kesal Dituding Jadi Bekingan Ponpes Al Zaytun

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengaku kesal seringkali dikaitkan dengan sosok pak Kumis yang disebut bekingan ponpes Al Zaytun
Moeldoko Kesal Dituding Jadi Bekingan Ponpes Al Zaytun. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ditemui di ditemui di Bali International Convention Centre, Minggu (13/11/2022). Bisnis-Akbar Evandio.
Moeldoko Kesal Dituding Jadi Bekingan Ponpes Al Zaytun. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ditemui di ditemui di Bali International Convention Centre, Minggu (13/11/2022). Bisnis-Akbar Evandio.

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengaku kesal karena dikaitkan dengan sosok ‘Pak Kumis’ yang disebut sebagai beking dalam polemik dugaan ajaran sesat di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.

“Begitu ada penyimpangan saya [pastikan] akan jadi orang pertama yang bertindak. Jadi, jangan Mantan panglima dibilangnya beking [Al Zaytun], emang gua preman apa, nggak bener nih. Saya juga bisa marah, saya juga bisa marah,” ujarnya di Kantor Staf Presiden, Senin (3/7/2023).

Moeldoko pun mengaku lelah dengan ada pihak yang sengaja menggoreng isu tersebut dan membuat seolah-olah dirinya melindungi pendiri dari Ponpes Al Zaytun Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang.

“Terkait Al Zaytun, apa nggak ada isu yang lain? Saya sudah tahu siapa yang goreng itu saya sudah tahu. Sudah tahu saya, tujuannya apa saya tahu,” katanya.

Adapun, saat dikonfirmasi siapa pihak yang dimaksud purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat itu memilih bungkam.

Kendati demikian, Moeldoko mengamini bahwa dirinya mengenal pengasuh Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang. Diketahui Bareskrim Polri memerikasa Panji Gumilang pada hari ini, Senin (3/7/2023) atas dugaan penistaan agama.

"Ya periksa aja, kenapa? Sebagai warga negara nggak ada kekebalan, siapa aja, periksa aja. Saya sering tegaskan, saya sudah bicara ke Pak Panji Gumilang, 'hey macam-macam gue orang pertama yang akan beresin lu'. Jadi, saat saya [masih menjabat] Pangdam itu sudah datang ke Al Zaytun, untuk melihat secara pasti apa yang dilakukan di sana," imbuhnya.

Menurutnya, jika sejak dulu terdapat ada penyimpangan di Ponpes tersebut, maka dipastikan bahwa dia menjadi orang pertama yang akan bertindak untuk menyelesaikan perkara tersebut.

Lebih lanjut, Moeldoko mengaku sampai hari ini juga tak berkomunikasi dengan Panji Gumilang, agar tidak dianggap mengintervensi terkait dengan polemik Al Zaytun.

"Nggak ada [komunikasi], entar kalau komunikasi dibilang intervensi. Biar saja berjalan, prinsip sebagai warga negara, [kalau] sala akan ditindak. Namun jangan karena persepsi yang berkembang, mengadili seseorang, itu yang saya tekankan. Di sana ada puluhan ribu mahasiswa, ada santri. Ambil langkah-langkah, apakah itu persuasif bersifat mendidik, apakah itu law enforcement, kita semua punya instrumennya. Kenapa kita mesti berspekulasi," pungkas Moeldoko.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper