Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rusia Serang Bendungan Kakhovka Ukraina, 1.335 Rumah Terendam Banjir

Perang Rusia vs Ukraina, bendungan dihancurkan Rusia, 1.335 terendam banjir di Ukraina.
Bendungan besar era Soviet di bagian selatan Ukraina yang dikuasai Rusia jebol pada Selasa (6/6/2023), menyebabkan banjir melintasi zona perang yang menurut Ukraina dan Rusia merupakan serangan yang disengaja oleh pasukan lain./Reuters
Bendungan besar era Soviet di bagian selatan Ukraina yang dikuasai Rusia jebol pada Selasa (6/6/2023), menyebabkan banjir melintasi zona perang yang menurut Ukraina dan Rusia merupakan serangan yang disengaja oleh pasukan lain./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Setidaknya 1.335 rumah terendam banjir di tepi barat Sungai Dnipro yang dikuasai Ukraina di Oblast Kherson, Gubernur Oleksandr Prokudin melaporkan pada 6 Juni sekitar pukul 19:30 waktu setempat.

"Sampai jam ini, kami mengetahui sekitar 1.335 rumah di tepi kanan yang terendam air. Di tepi kiri, Pischchane (yang diduduki Rusia), Stara Zburivka, Kozachi Laheri, Kardashynka, Krynky, Hola Prystan, dan Oleshky sebagian terendam banjir. Korsunka dan Dnipriany benar-benar kebanjiran," kata Prokudin.

Sekitar 1.368 orang telah dievakuasi dari wilayah tersebut pada pukul 6 sore. waktu setempat, menurut gubernur.

Dari distrik mikro kota Kherson, Ostriv, 1.221 penduduk dievakuasi.

Pihak berwenang, polisi, layanan darurat, dan sukarelawan berada di lokasi, membantu orang-orang yang terkena dampak banjir.

Pukul 16.30 Hari ini, Prokudin melaporkan hanya 71 rumah yang dipastikan terendam banjir.

Pasukan Rusia menghancurkan bendungan Kakhovka di Kherson Oblast pada pagi hari tanggal 6 Juni, memicu bencana kemanusiaan dan lingkungan di selatan Ukraina.

Kementerian Dalam Negeri juga menekankan ancaman yang ditimbulkan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia akibat kehancuran Pembangkit Listrik Tenaga Air Kakhovka, karena pembangkit tersebut mengandalkan air dari reservoir untuk menyediakan tenaga bagi kondensor turbinnya.

“Di mana pun rezim Rusia melangkah, ada kekacauan dan bencana. Itu sebabnya Rusia harus meninggalkan PLTN Zaporizhzhia. Ini masalah keamanan bukan hanya untuk Ukraina," tulis kementerian tersebut.

Perusahaan energi milik negara Ukraina Ukrhydroenergo melaporkan pada 6 Juni bahwa staf Ukraina di pabrik tersebut memantau situasi dengan cermat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rendi Mahendra
Editor : Rendi Mahendra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper