Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Honduras Akui Terpaksa Beralih dari Taiwan ke China Gara-Gara Terlilit Utang

Honduras akui kondisi ekonomi membuat negara ini harus menarik investasi baru dan mengurangi beban utang, sehingga meninggalkan Taiwan dan beralih ke China.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 16 Maret 2023  |  12:10 WIB
Honduras Akui Terpaksa Beralih dari Taiwan ke China Gara-Gara Terlilit Utang
Presiden Honduras Iris Xiomara Castro Sarmiento berpidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-77 di markas besar PBB di New York, AS, 20 September 2022. REUTERS/Amr Alfiky - File Foto

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Honduras mengakui bahwa kondisi ekonomi  yang kurang baik membuat harus menarik investasi baru dan mengurangi beban utang, sehingga menjadi alasan utama memutuskan menjalin hubungan resmi dengan China dan meninggalkan Taiwan.

Dikutip melalui Channel News AsiaKamis (16/3/2023), Menteri Luar Negeri Honduras Eduardo Enrique Reina mengakui keputusan pemerintah itu karena negara Amerika Tengah tersebut sedang terlilit utang, termasuk utang sebesar US$600 juta atau sekitar Rp9,25 triliun kepada Taiwan.

Pemerintah Honduras tengah terbelit utang sekitar US$8 miliar atau sekitar Rp123,44 triliun pada kuartal III/2022, sehingga memaksa negara untuk memformalkan hubungan diplomatik dengan China.

Honduras pun telah menghubungi Kedutaan Besar China di Kosta Rika untuk memulai pembicaraan sesuai dengan instruksi Presiden Honduras Xiomara Castro.

Apalagi saat ini, Honduras adalah salah satu negara termiskin di kawasan Amerika Tengah dengan hampir 74 persen dari hampir 10 juta penduduknya hidup dalam kemiskinan.

Reina mengatakan Honduras telah meminta Taiwan untuk menggandakan bantuan sebesar US$50 juta per tahun dan juga menjajaki penyesuaian utangnya sebesar US$600 juta ke negara itu, tetapi tidak mendapat tanggapan positif, padahal Honduras dan Taiwan telah mempertahankan hubungan diplomatik selama lebih dari 80 tahun.

"Kami membutuhkan investasi dan kerja sama. Kebutuhan Honduras sangat besar dan kami tidak mendapatkan itu dari Taiwan," katanya dikutip melalui Channel News Asia, Kamis (16/3/2023).

Reina pun menyebut bahwa keputusan ini harus diambil karena Honduras membutuhkan energi, kebijakan sosial, dan pembayaran utangnya yang menenggelamkan negara.

Dia mengatakan Honduras membayar US$2,2 miliar pada tahun lalu dan harus membayar US$2,3 miliar lagi tahun ini untuk utang eksternal dan internalnya, yang jumlahnya mencapai US$20 miliar.

“Idenya adalah mencari mekanisme untuk investasi (dan) perdagangan yang lebih besar,” ujarnya.

Ini melanjutkan tren baru-baru ini di kawasan Amerika Tengah, Nikaragua, El Salvador, Panama, Republik Dominika, dan Kosta Rika, mengalihkan pengakuan diplomatik ke China.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

honduras taiwan china
Editor : Nancy Junita

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top