Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

China Klaim Tak Temukan Varian Covid-19 Baru Usai Libur Imlek

Peneliti China belum mendeteksi mutasi Covid-19 baru selama 7 hari liburan Tahun Baru Imlek.
Pelancong dengan alat pelindung menunggu di aula keberangkatan di Stasiun Kereta Api Hongqiao di Shanghai. Fotografer: Qilai Shen/Bloomberg
Pelancong dengan alat pelindung menunggu di aula keberangkatan di Stasiun Kereta Api Hongqiao di Shanghai. Fotografer: Qilai Shen/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang peneliti pusat pengendalian dan pencegahan penyakit China, Chen Cao mengatakan bahwa China belum mendeteksi mutasi Covid-19 baru selama 7 hari liburan Tahun Baru Imlek yang berakhir pada Jumat (27/1/2023).

Selama liburan Tahun Baru Imlek, perjalanan di China melonjak 74 persen dari tahun lalu, setelah pihak berwenang membatalkan pembatasan perjalanan akibat Covid-19.

Berdasarkan data resmi, jumlah kematian akibat Covid-19 di China menunjukkan penurunan selama sepekan, seperti melansir dari Reuters (28/1/2023).

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di China mengungkap data kematian sepekan yang terhitung dari 20-26 Januari 2023, selama 6 hari masa liburan di China.

China mencatat dalam sepekan terakhir, terdapat 6.364 kematian terkait Covid-19, dibandingkan dengan 12.658 kematian sepekan sebelumnya.

Selain itu, melansir dari data pemerintah China, telah diperkirakan sebanyak 226 juta perjalanan domestik dilakukan dengan segala cara termasuk penerbangan selama sepekan liburan.

Meski begitu, menurut Kementerian Transportasi China, ini sebanding dengan sekitar 130 juta perjalanan domestik selama sepekan liburan tahun lalu, tetapi masih jauh di bawah tingkat pra-pandemi.

Pada liburan Tahun Baru Imlek terakhir sebelum virus Corona muncul pada akhir 2019, sekitar 420 juta perjalanan dilakukan di China.

Administrasi Imigrasi Nasional mengatakan pada Sabtu (28/1/2023), bahwa perjalanan ke luar negeri, perjalanan lintas batas masuk dan keluar melonjak 120,5 persen dari tahun lalu menjadi 2,88 juta.

Berdasarkan laporan dari Xinhua, selama liburan Tahun Baru Imlek 2019, sebanyak 12,53 juta perjalanan lintas batas dilakukan di China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Erta Darwati
Editor : Edi Suwiknyo

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper