Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wapres Maruf Amin Minta Pengusaha Turunkan Emisi Karbon

Wapres Ma’ruf Amin mendorong agar dunia usaha berpartisipasi aktif dalam aksi nyata pengendalian perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Wapres Maruf Amin / Setwapres
Wapres Maruf Amin / Setwapres

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mendorong dunia usaha berpartisipasi aktif dalam aksi nyata pengendalian perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Hal ini menurutnya perlu digalakkan untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dalam Enhanced Nationally Determined Contributions (ENDC).

“Dukungan multipihak dan multisektor dalam paradigma kolaborasi dan kerja sama, termasuk dari dunia usaha, sangat diperlukan untuk memenuhi target yang telah kita tetapkan,” tuturnya, dikutip melalui rilis di Sekretariat Wapres, Minggu (1/1/2023).

Dia menyebut bahwa Pemerintah menargetkan penurunan emisi karbon Indonesia dalam ENDC menjadi 31,89 persen dengan kemampuan sendiri pada 2030.

Dengan dukungan internasional, target pemangkasan emisi karbon diperkirakan bisa mencapai 43,20 persen. 

“Indonesia memiliki komitmen kuat di bidang lingkungan dan memberikan perhatian pada peningkatan aksi perubahan iklim. Namun, Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, dibutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab sosial agar dapat menjadi warisan yang berkelanjutan bagi generasi penerus bangsa,” imbuhnya

Dia menjabarkan peningkatan target tersebut didasarkan pada beragam strategi melalui kebijakan nasional terkait perubahan iklim, seperti penerapan pajak karbon, upaya mencapai Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030, mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik, serta inisiasi program biodiesel B40.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyampaikan bahwa pada tahun ini tercatat sebanyak 872 ekoinovasi telah dilahirkan oleh perusahaan dan dinilai sebagai penghematan yang bisa dinilai dalam rupiah sebesar Rp126,28 triliun.

“Ekoinovasi tahun ini terlihat pada elemen-elemen yakni penghematan energi sebesar 469,3 juta giga joule, kedua pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 112,9 juta ton CO2 ekuivalen,” katanya.

Selain itu, dia menyebut reduksi limbah B3 mencapai angka 25,26 juta ton, di mana pengelolaan limbah pada 2022 secara nasional tercatat sebanyak 204 juta ton. Kemudian, efisiensi air sebesar 326,6 juta m3, penurunan beban pencemaran air sebesar 33 juta ton dan upaya perlindungan keanekaragaman hayati seluas 111.000 hektare.

“Bahkan, kontribusi pada SDGs pada tahun ini terdapat 13.355 kegiatan yang menjawab tujuan SDGs dengan total dana yang dikucurkan sebesar Rp46,28 triliun,” pungkas Siti.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Editor : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper