Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sejarah Masjid At-Tin Milik Keluarga Cendana, Kini Jadi Lokasi Reuni 212

Masjid At-Tin yang menjadi lokasi tempat Reuni 212 dibangun oleh keluarga Cendana atau Presiden Soeharto.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 02 Desember 2022  |  10:14 WIB
Sejarah Masjid At-Tin Milik Keluarga Cendana, Kini Jadi Lokasi Reuni 212
Reuni 212. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Acara Reuni 212 digelar di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur hari ini, Jumat (2/12/2022) sejak pukul 03.00 WIB.

Acara sendiri diawali dengan Salat Tahajud bersama, kemudian dilanjutkan dengan munajat, zikir, selawat, dan syuruq. Reuni juga ada penggalangan dana untuk korban Gempa Cianjur. Acara ini dijadwalkan untuk selesai pada pukul 09.00 WIB.

Menjadi menarik saat mengetahui reuni ini digelar di Mesjid At-Tin dan bukan digelar di sekitar wilayah Monumen Nasional (Monas) seperti sebelumnya.

Lalu, bagaimana sejarah dari Masjid At-Tin ini?

Masjid Agung At-Tin yang dipakai Reuni 212 saat ini berlokasi di Jl. Taman Mini I No.3, RW 3, Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta. Masjid At-Tin ada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Masjid ini dibangun tahun 1997 oleh keluarga Soeharto yang bertujuan untuk mengenang Fatimah Siti Hartinah Soeharto atau Tien Soeharto yang meninggal dunia pada tahun 1996.

Dilansir dari laman resmi Masjid At-TIN, nama At-Tin sendiri memiliki makna yang mendalam. At-Tin adalah surat ke-95 dalam Al-Quran. Surat yang merupakan wahyu ke-27 yang diterima Nabi Muhammad Saw. 

Nama ini merujuk pada nama sebuah buah, yaitu buah tin. Daun buah ini konon dijadikan penutup aurat Adam dan Hawa ketika mereka diturunkan ke muka bumi akibat mencicipi buah terlarang di surga.

Sementara itu sumber dari Wikipedia menyebutkan, Masjid dengan luas tanah 70.000 M2, dirancang oleh pasangan arsitek ayah dan anak, yaitu Ahmad Noe’man (ayah) dan Fauzan Noe‘man (anak). Bangun ini memiliki desain unik yang memadukan gaya dunia dan Nusantara.

Lalu, secara keseluruhan bangunan Masjid At-Tin mengambil dasar bentuk kubus dengan empat menara kecil beratap kubah di setiap sudut. Menara utama setinggi 42 meter sebagai tempat menyiarkan suara azan terpisah dari bangunan utama.

Di sekeliling bangunan utama tampak taman yang dihiasi lampu dan pohon palem yang diatur membentuk satu deret lurus antar-ornamen. Bagian dalam masjid terdiri dari tiga lantai. Di lantai pertama terdapat plaza sebagai akses masuk ke ruang serbaguna, serta tangga menuju ruang utama dan ruang fungsional yang digunakan untuk keperluan kesekretariatan dan tempat wudhu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Reuni 212 masjid
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top