Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Profil Yudo Margono, Calon Panglima TNI yang Dipilih Jokowi

Berikut profil calon Panglima TNI Yudo Margono yang ditunjuk Jokowi untuk menggantikan Andika Perkasa.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 28 November 2022  |  17:53 WIB
Profil Yudo Margono, Calon Panglima TNI yang Dipilih Jokowi
Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Yudo Margono, menyampaikan pidato kunci dalam Seminar Internasional bertajuk "100 Years of International Cooperation in Hydrography" yang disiarkan secara langsung melalui aplikasi Zoom, dari Jakarta, Senin (18/10/2021). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua DPR Puan Maharani resmi mengumumkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang akan pensiun.

"Pada kesempatan ini, saya akan mengumumkan bahwa nama yang diusulkan oleh Presiden untuk mengantikan Panglima TNI Andika Perkasa adalah Laksamana TNI Yudo Margano. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) saat ini," ujar Puan dalam konferensi pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/11/2022).

Dia mengatakan, secara resmi nama Yudo diserahkan lewat surat presiden (surpres) yang diterimanya pada sore ini. Andika Perkasa sendiri akan pensiun pada 1 Januari 2023.

Lalu siapa Yudo Margono? Berikut profilnya yang dihimpun dari berbagai sumber.

Yudo saat ini menjabat sebagai KSAL sejak  20 Mei 2022. Pria kelahiran 26 November 1965 merupakan lulusan SMA Negeri 1 Mejayan, Madiun. Selepas itu, dia mendaftar di Akademi Tentara Nasional Indonesia atau yang saat itu disebut Akabri.

Yudo pun diterima di Akademi Angkatan Laut (AAL). Dia lulus ALL pada 1988, angkatan ke-XXXIII. Jabatan pertama Yudo merupakan Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332.

Tahun-tahun berikutnya, Yudo kerap mengikuti kursus dan pendidikan militer lainnya, di antaranya Kursus Korbantem (1989), Kursus Perencanaan Operasi Amphibi (1990), Kursus Pariksa (1992), Dikspespa/Kom Angkatan 6 (1992/1993), Diklapa ll/Koum Angkatan 11 (1997/1998), Seskoal A-40 (2003), Sesko TNI A-38 (2011), dan Lemhannas Rl PPRA A-52 (2014).

Jabatannya terus naik. Pada awal karirnya, Yudo pernah menjadi komandan di kapal-kapal milik TNI Angkatan Laut seperti KRI Pandrong 801, KRI Sutanto 877, dan KRI Ahmad Yani 351.

Lalu, pada 2004 hingga 2016, Yudo juga kerap ditunjuk jadi komandan, seperti di Lanal Sorong, Satkat Koarmatim, Satkor Koarmatim, Kolat Koarmabar, dan Komandan Lantamal I Belawan.

Kemudian, pada 2016, dia ditunjuuk jadi kepala staf Koarmabar. Setahun kemudian, dia menjadabat sebagai Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil). Lalu, jadi Panglima Komando Armada Kawasan Barat (Pangkoarmada) pada 2018.

Pada tahun yang sama, Yudo diangkat jadi Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I). Kemudian, jadi Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) pada 2019.

Akhirnya, pada 2020 dia diangkat jadi KSAL, sebelum akhirnya dipilih jadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang akan pensiun pada 1 Januari 2023.

Yudo juga telah menerima puluhan penghargaan tanda jasa, sebagai contoh Bintang Dharma dan Bintang Jalasena Utamapada pada 2020. Tak sampai situ, dia juga setidaknya juga memegang 11 brevet, contohnya Brevet Atas Air dan Brevet Selam TNI AL.

Yudo akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi I DPR. Kalau dinyatakan lolos, Presiden Jokowi akan melantik Yudo sebagai panglima TNI baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Laksamana Yudo Margono
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top