Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Akulturasi: Faktor Pendorong, Penghambat, Bentuk dan Contohnya

Akulturasi adalah proses perpaduan antara dua kebudayaan atau lebih sehingga melahirkan bentuk kebudayaan baru. Simak penjelasan lengkapnya.
Masjid Menara Kudus termasuk dalam salah satu contoh Akulturasi/Kemendikbud
Masjid Menara Kudus termasuk dalam salah satu contoh Akulturasi/Kemendikbud

Bisnis.com, JAKARTA - Akulturasi adalah proses masuknya budaya asing dalam suatu masyarakat, Sebagian menyerap secara selektif atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan Sebagian berusaha menolak pengaruh itu. Secara sederhana, akulturasi adalah adanya budaya asing yang masuk ke dalam budaya sendiri sehingga perlahan-lahan akan diterima oleh anggota masyarakat tanpa harus menghilangkan karakter kebudayaan itu sendiri. 

Namun, kehadiran akulturasi pada suatu wilayah bisa memunculkan beberapa masalah, seperti permasalahan dalam mencatat akulturasi pada masyarakat. Masalah tentang unsur-unsur yang bisa diterima dan unsur-unsur yang tidak bisa diterima oleh masyarakat. Masalah pergantian unsur-unsur yang mudah diganti dan sulit diganti, dan masalah yang berkaitan dengan perselisihan antar masyarakat. 

Berikut ini adalah beberapa hal tentang akulturasi yang sudah dilansir dari berbagai sumber:

1. Faktor pendorong akulturasi

  • Pendidikan yang maju
    Dengan Pendidikan yang maju akan membuka pikiran masyarakat tentang budaya-budaya asing. Dengan mengenal budaya asing, maka bisa memajukan peradaban bangsa agar bisa lebih kuat lagi dalam menghadapi perkembangan zaman. 
  • Toleransi terhadap budaya lain 
    Di dalam kehidupan bermasyarakat kita tidak bisa dilepaskan dari berbagai macam latar belakang budaya. Oleh sebab itu, untuk menjaga hubungan baik dengan budaya lainnya dibutuhkan toleransi terhadap budaya lain. 
  • Sikap dan perilaku saling menghargai budaya
    Sikap dan perilaku menghargai harus dimiliki oleh setiap individu karena dengan hal ini kita dapat berhubungan baik dengan budaya lain. Tanpa adanya sikap dan perilaku ini bisa menyebabkan terjadinya saling mencemooh budaya satu dengan budaya lainnya, sehingga bisa menggagalkan terjadinya akulturasi budaya.
  • Berorientasi ke masa depan
    Rasanya berpikir ke masa depan sudah menjadi hal yang memang perlu dilakukan oleh setiap anggota masyarakat. Dengan berpikir ke masa depan, kita akan memiliki sebuah rencana, sehingga masa depan bisa dihadapi dengan penuh kesiapan. 
  • Adanya masyarakat heterogen
    Masyarakat heterogen bisa dikatakan sebagai faktor pendorong terjadinya akulturasi budaya karena di dalam lingkungan masyarakat terdapat latar belakang budaya yang berbeda-beda. Banyak budaya pada masyarakat heterogen akan memudahkan individu satu dan individu lainnya untuk belajar berbagai macam budaya. 

2. Contoh akulturasi

  • Pemberian nama pada anak orang Indonesia juga bisa dikatakan contoh akulturasi. Nama anak Indonesia biasanya merupakan gabungan dari budaya Indonesia yang dipadukan dengan kebudayaan lain, seperti Arab.
  • Seni wayang Indonesia yang merupakan perpaduan kesenian Jawa dengan cerita dari India, seperti Mahabarata.
  • Masjid Menara Kudus yang memiliki arsitektur kebudayaan Hindu dan Jawa atau berbagai bagunan ibadah lainnya.

3. Bentuk akulturasi

  • Sinkretisme 
    Sinkretisme merupakan suatu proses terbentuknya suatu sistem yang dikarenakan adanya perpaduan unsur budaya lama dan baru. 
  • Substitusi 
    Substitusi merupakan suatu proses pergantian unsur budaya yang lama digantikan unsur budaya baru dengan memberikan nilai tambah untuk penggunanya. 
  • Organisasi 
    Organisasi adalah proses masuknya suatu budaya baru yang memberikan perubahan secara signifikan dalam ruang lingkup masyarakat di wilayah tertentu. 
  • Deculturation 
    Deculturation atau penggantian merupakan suatu proses penggantian unsur budaya lama yang tergantikan dengan unsur budaya baru. 
  • Rejection 
    Rejection merupakan suatu proses penolakan terhadap budaya yang baru. Penolakan dilakukan karena budaya baru tersebut dianggap memberi dampak negatif pada masyarakat. Hal ini bisa karena kurangnya kesiapan atau tidak setuju dengan adanya budaya tersebut. 
  • Addition 
    Addition atau penambahan merupakan suatu proses yang mengkombinasikan antara dua atau lebih unsur budaya sehingga memberikan nilai tambah terhadap unsur itu sendiri. 

4. Faktor penghambat akulturasi

  • Sikap masyarakat yang tradisional 
    Masyarakat yang memegang teguh kebudayaan tradisional akan selalu beranggapan bahwa masuknya budaya asing bisa menghasilkan keistimewaan dari budaya asli itu sendiri, sehingga budaya asing akan sulit diterima. Oleh karena itu, masyarakat yang masih memegang teguh kebudayaan tradisional bisa menjadi faktor penghambat terjadinya akulturasi. 
  • Ilmu pengetahuan yang bergerak lambat
    Pendidikan yang tidak bergerak atau bahkan bergerak mundur akan membuat ilmu pengetahuan bergerak lambat. Ilmu pengetahuan yang bergerak lambat bisa menjadi penyebab terhambatnya proses akulturasi pada suatu wilayah. 
  • Adat atau kebiasaan 
    Untuk Sebagian kelompok masyarakat adat atau kebiasaan sudah ditanamkan sejak kecil, sehingga Ketika menerima budaya baru akan dianggap seperti hal yang asing. Jika sudah beranggapan seperti itu, maka akan sulit mengenalkan budaya baru. Oleh karena itu, adat atau kebiasaan menjadi salah satu faktor penghambat akulturasi. 
  • Hal baru dianggap buruk 
    Sulit untuk menerima bahkan beranggapan buruk dengan hal-hal baru bisa menjadi faktor penghambat akulturasi budaya. Individu atau kelompok yang seperti itu akan sulit untuk menerima masuknya budaya baru, sehingga proses akulturasi menjadi terhambat. 
  • Perbedaan akulturasi dengan asimilasi
    Akulturasi merupakan terjadinya percampuran budaya tanpa harus menghilangkan budaya aslinya. Sedangkan asimilasi adalah adanya dua kebudayaan atau lebih yang ada di lingkungan masyarakat, sehingga bisa memunculkan budaya baru. 

Akulturasi mencampurkan budaya asing dengan budaya baru. Sementara asimilasi memunculkan budaya baru dan budaya asli perlahan-lahan mulai hilang dari kelompok masyarakat. 

  • Proses akulturasi 
    Dalam prosesnya, akulturasi bisa terjadi karena pemaksaan dan tentunya juga secara damai. Berikut ini beberapa penjelasannya;
  • Akulturasi dengan pemaksaan 
    Akulturasi yang dilakukan dengan pemaksaan contohnya seperti yang dilakukan penjajah di Indonesia, proses penyesuaian tidak bertahan lama karena akulturasi itu hilang jika penjajah diusir dari Indonesia. 
  • Akulturasi dengan cara damai 
    Akulturasi yang dilakukan dengan cara damai mampu bertahan lama jika dibandingkan dengan cara pemaksaan. Proses penyesuaiannya sangat lama dan melekat erat dalam masyarakat. Akulturasi sendiri bisa muncul karena adanya kontak kebudayaan setempat tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan aslinya. 
  • Akulturasi budaya
    Akulturasi budaya adalah bersatunya dua budaya yang menyatu menjadi satu dan terjadi secara damai. Akulturasi budaya merupakan fenomena yang umum terjadi dan banyak ditemukan di berbagai tempat di seluruh dunia. 

Itulah beberapa hal tentang akulturasi yang mungkin baru kamu ketahui. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hana Fathina
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper