Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Istana Pastikan Vaksinasi Booster Kedua dengan IndoVac Aman

Pihak Istana Kepresidenan memastikan bahwa vaksin IndoVac yang digunakan untuk kebutuhan vaksinasi penguat atau booster aman untuk digunakan masyarakat.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 24 November 2022  |  10:45 WIB
Istana Pastikan Vaksinasi Booster Kedua dengan IndoVac Aman
Presiden Jokowi meninjau langsung penyuntikan perdana Vaksin IndoVac, di PT Bio Farma (Persero), Bandung, Kamis (13/10/2022). - Setkab
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pihak Istana Kepresidenan memastikan bahwa vaksin IndoVac yang digunakan untuk kebutuhan vaksinasi penguat atau booster aman untuk digunakan masyarakat.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan hal itu karena vaksin Covid-19 yang disuntikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, Kamis (24/11) sudah teruji secara klinis dan mendapat Emergency Used Authorization (EUA) dari BPOM.

Bahkan, dia menegaskan bahwa setelah menerima vaksin dosis keempat Jokowi langsung meninjau lokasi gempa Cianjur, Jawa Barat, disebutnya efek samping dari vaksin Covid-19 dipastikan tidak menghalangi Kepala Negara melakukan agenda kerjanya.

"Jadi Bapak Presiden Insya Allah langsung jalan ke Cianjur, supaya masyarakat juga yakin bahwa divaksin tidak mengganggu aktivitas sehari-hari," katanya kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).

Tidak hanya itu, Bey melanjutkan bahwa vaksin Covid-19 keempat yang Jokowi terima merupakan anjuran dari Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di mana Kementrian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan vaksinasi booster kedua November 2022 untuk masyarakat lanjut usia 60 tahun ke atas.

Adapun, pemberian vaksinasi booster kedua ini memiliki interval enam bulan dengan vaksinasi booster pertama.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya menjelaskan diperlukannya vaksin penguat untuk masyarakat lantaran 84 persen dari kasus Covid-19 yang meninggal dunia belum mendapatkan vaksinasi penguat.

Selain itu, dia mengatakan 74 persen kasus Covid-19 yang mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan gejala sedang dan berat juga belum mendapatkan vaksinasi penguat.

"Jadi buat teman-teman, buat masyarakat, tolong diingatkan agar cepat-cepat di-booster. Baru 66 juta dari 234 juta target sasaran kita yang di-booster, cepat di-booster, khususnya untuk tenaga kesehatan dan lansia diatas 60 tahun juga segera lakukan booster yang kedua," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menggunakan vaksin IndoVac untuk vaksinasi Covid-19 penguat yang kedua. Menkes Budi pun menyatakan bahwa vaksin produksi dalam negeri tersebut sudah terbukti ampuh mencegah penularan Covid-19.

"Jangan lupa booster-nya pakai IndoVac, karena itu sudah terbukti sangat ampuh, tidak kalah dengan produksi luar negeri," pungkas Budi.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menilai bahwa apabila masyarakat menggunakan vaksin IndoVac sebagai dosis penguat keempat, maka secara langsung turut mendorong program kemandirian kesehatan yang dicanangkan oleh Pemerintah.

“Kami terus mengupayakan satu kemandirian pangan, energi, dan kesehatan. [Vaksin IndoVac] ini contoh bagaimana kami Kementerian BUMN terus menjaga yang namanya kemandirian kesehatan, salah satunya kami bisa meproduksi vaksin Covid-19 buatan Indonesia,” tuturnya.

Erick melanjutkan bahwa Kementeriannya bersama Kemenkes untuk terus mencoba menanggulangi jenis-jenis penyakit lainnya yang membutuhkan penanganan dengan penyuntikan vaksin.

“Oleh karena itu, kami akan terus mengembangkan teknologi vaksin yang ada di Kementerian BUMN khususnya yang dipimpin oleh Biofarma,” tandas Erick.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indovac Vaksin Covid-19 Vaksin Booster istana istana negara
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top