Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bom Mobil Meledak di Kompleks Polisi Thailand, 1 Orang Tewas!

Bom mobil yang meledak di dalam komplek polisi di Thailand Selatan mengakibatkan seorang tewas.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 23 November 2022  |  08:14 WIB
Bom Mobil Meledak di Kompleks Polisi Thailand, 1 Orang Tewas!
Petugas melakukan penyelidikan di lokasi ledakan di Kuil Erawan yang berada di pusat kota Bangkok, Thailand (18/8/2015). Setidaknya 22 orang dilaporkan tewas termasuk 8 warga negara asing. Satu di antara korban meninggal adalah WNI berusia 61 tahun. - Reuters/Athit Perawongmetha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah bom meledak dari mobil di dalam komplek polisi di Thailand Selatan pada Selasa (22/11/2022). Insiden meledaknya bom itu menewaskan satu orang.

Polisi menyatakan seorang pelaku berpakaian polisi memarkir sebuah mobil yang penuh dengan bahan peledak di dalam komplek sebelum ledakan terjadi.

Wakil Komisaris polisi provinsi Narathiwat, Letnan Kolonel Niti Suksan telah mengonfirmasi kejadian itu dan menambahkan bahwa satu petugas polisi menjadi korban tewas.

"Itu adalah bom mobil. Kami masih membersihkan daerah itu dan jumlah korban luka bisa bertambah," kata Letnan Kolonel Niti Suksan, seperti dilansir dari CNA, Rabu (23/11/2022).

Direktur rumah sakit Narathiwat Rajanagarindra, Pornprasit Jantra mengatakan bahwa ledakan bom itu mengakibatkan sedikitnya 29 orang dirawat di rumah sakit karena luka-luka, di antaranya petugas polisi dan warga sipil.

Adapun juru bicara (jubir) pemerintah Anucha Burapachaisri mengatakan bahwa Perdana Menteri (PM) Thailand, Prayut Chan-o-cha turut prihatin atas insiden tersebut dan menginstruksikan polisi dan badan keamanan terkait untuk meningkatkan langkah-langkah keselamatan bagi masyarakat.

Terlihat tragedi itu di media sosial, asap hitam tebal mengepul dari sebuah mobil yang terbakar di dalam kompleks bertingkat rendah dan polisi berupaya mengalihkan arus lalu lintas.

Menurut media Thailand The Nation, tim penjinak bom polisi juga menemukan sebuah bom yang tidak meledak di seberang komplek, yang berada di depan sekolah Nara Sikhalai.

"Apa yang disebut serangan 'double tap', di mana pasukan keamanan menanggapi satu ledakan kemudian menjadi sasaran bom kedua yang seringkali lebih besar, adalah ciri khas pemberontak selatan," kata The Nation.

Adapun hingga kini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas insiden meledaknya bom di komplek polisi tersebut.

Provinsi-provinsi di Thailand selatan di sepanjang perbatasan dengan Malaysia telah mengalami pemberontakan selama beberapa dekade.

Pemerintah Thailand telah memerangi kelompok-kelompok bayangan yang mencari kemerdekaan untuk provinsi-provinsi Pattani, Yala, Narathiwat dan sebagian Songkhla yang mayoritas Muslim.

Ledakan dan kebakaran terjadi setidaknya di 17 lokasi di Thailand selatan pada Agustus lalu, tampaknya merupakan beberapa serangan yang telah terkoordinasi hingga melukai 7 orang.

Menurut kelompok Deep South Watch yang memantau kekerasan tersebut menyatakan lebih dari 7.300 orang tewas dalam konflik sejak 2004, dan pembicaraan damai sudah mulai dilakukan sejak 2013 namun menghadapi gangguan berulang kali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

thailand bom
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top