Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Detik-Detik Mantan PM Pakistan Imran Khan Ditembak saat Protes Antipemerintah

Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan ditembak pada Kamis (3/11/2022) ketika melakukan konvoi protes anti-pemerintah.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 04 November 2022  |  06:33 WIB
Detik-Detik Mantan PM Pakistan Imran Khan Ditembak saat Protes Antipemerintah
Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan ditembak pada Kamis (3/11/2022) ketika melakukan konvoi protes anti-pemerintah yang dipimpinnya diserang di kota timur Wazirabad.

Khan selamat, peluru mengenai kakinya. Meskipun demikian, para asistennya menyebut, bahwa penembakan itu merupakan upaya pembunuhan.

"Saya mendengar semburan tembakan peluru setelah itu saya melihat Imran Khan dan ajudannya jatuh di atas truk," kata saksi mata Qazzafi Butt dilansir Channel News Asia, Jumat (4/11/2022).

"Kemudian, seorang pria bersenjata melepaskan satu tembakan tetapi ditangkap oleh seorang aktivis partai Khan."

Dalam rekaman penembakan dari berbagai saluran, seorang pria dengan pistol ditangkap dari belakang oleh salah satu orang di pertemuan itu. Dia kemudian mencoba melarikan diri.

Saluran TV menunjukkan seorang tersangka penembak, yang tampaknya berusia dua puluhan atau tiga puluhan. Dia mengatakan dia ingin membunuh Khan dan telah bertindak sendiri.

"(Khan) menyesatkan orang-orang, dan saya tidak tahan," kata tersangka dalam video itu.

Menteri Penerangan mengonfirmasi rekaman itu direkam oleh polisi. Adapun, seorang pria yang diduga menyerang Khan telah ditembak mati, kata Raoof Hasan, seorang ajudan senior Khan.

Belum ada yang didakwa atas serangan itu.

Ajudan Khan Chaudhry menulis di Twitter: "Itu adalah upaya pembunuhan yang direncanakan dengan baik pada Imran Khan, pembunuh berencana untuk membunuh Imran Khan dan kepemimpinan PTI.”

Konspirasi

Sejak pemecatannya dari jabatannya dalam mosi tidak percaya di parlemen pada bulan April, Khan menuduh bahwa penggulingannya adalah konspirasi yang direkayasa oleh penggantinya, Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dan Amerika Serikat.

Perdana Menteri Sharif mengutuk penembakan itu dan memerintahkan penyelidikan segera.

Media lokal menunjukkan rekaman Khan melambai ke kerumunan setelah dievakuasi dari kendaraannya di tengah orang-orang berlarian dan berteriak setelah penembakan.

Setelah penembakan itu, pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di beberapa bagian negara dan para pemimpin PTI menuntut keadilan.

Rekan PTI Faisal Javed, yang juga terluka, mengatakan kepada Geo TV dari rumah sakit: "Beberapa rekan kami terluka. Kami mendengar bahwa salah satu dari mereka sudah meninggal."

Sejak digulingkan, Khan telah mengadakan rapat umum di seluruh Pakistan, membangkitkan oposisi terhadap pemerintah yang sedang berjuang untuk membawa ekonomi keluar dari krisis yang ditinggalkan pemerintahan Khan.

Khan telah merencanakan untuk memimpin karavan bermotor perlahan-lahan ke utara menuju Grand Trunk Road ke Islamabad, menarik lebih banyak dukungan di sepanjang jalan sebelum memasuki Ibu Kota.

"Saya ingin Anda semua berpartisipasi. Ini bukan untuk politik atau keuntungan pribadi, atau untuk menggulingkan pemerintah ... ini untuk membawa kebebasan sejati ke negara ini," kata Khan dalam pesan video menjelang pawai.

Pakistan memiliki sejarah panjang kekerasan politik. Mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto dibunuh pada Desember 2007 dalam serangan senjata dan bom setelah mengadakan rapat umum pemilihan di kota Rawalpindi, di sebelah Islamabad.

Ayahnya dan mantan perdana menteri Zulfikar Ali Bhutto digantung di kota yang sama pada 1979 setelah digulingkan oleh kudeta militer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pakistan penembakan amerika serikat
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top