Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BPOM Terbitkan EUA Vaksin Booster Indovac

Kepala BPOM Penny Lukito mengumumkan bahwa vaksin Covid-19 Indovac sudah memperoleh EUA untuk digunakan sebagai penguat alias booster.
BPOM Terbitkan EUA Vaksin Booster Indovac. Petugas menyuntikkan vaksin pada Peluncuran dan Penyuntikan Perdana Vaksin IndoVac di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
BPOM Terbitkan EUA Vaksin Booster Indovac. Petugas menyuntikkan vaksin pada Peluncuran dan Penyuntikan Perdana Vaksin IndoVac di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengumumkan bahwa pihaknya telah menerbitkan Izin Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin booster Indovac.

Adapun, vaksin Covid-19 ini merupakan produksi perusahaan milik negara, PT Bio Farma.

"[EUA] Vaksin Indovac, untuk booster-nya sudah kami keluarkan kemarin. Sudah saya setujui kemarin," ungkap Penny dalam konferensi pers daring, Jumat (4/11/2022).

Dia mengatakan persetujuan tersebut sudah diinformasikan kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Penny mengakui BPOM belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penerbitan EUA vaksin booster Indovac. Namun, kini vaksin booster Indovac sudah dapat diberikan dan digunakan untum masyarakat luas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi luncurkan vaksin Indovac pada 13 Oktober 2022.

“Vaksin [Covid-19] ini yang akan diresmikan pada hari ini dan kita beri nama Indovac,” ujarnya dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (13/10/2022).

Lebih lanjut, dia mengatakan dari sisi kualitas Bio Farma juga tidak perlu diragukan, bahkan untuk vaksin Polio saja perusahaan tersebut disebutnya telah menguasai 70 persen dari pangsa pasar dunia.

“70 persen menyuplai vaksin polio ke seluruh negara. ini kan luar biasa. Dan mulai hari ini, kita bisa memroduksi vaksin Covid sendiri dengan kapasitas di tahun ini nanti kurang lebih 20 juta. Tadi Pak Dirut menyampaikan tahun depan bisa 40 juta, dan kalau memang pasar masih memerlukan bisa sampai ke 120 juta dosis vaksin,” tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper