Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Efek Domino Rencana Waroeng SS Sunat Gaji Karyawan Penerima BSU

Efek domino rencana Waroeng SS sunat gaji pegawai dari sentilan pemerintah hingga hebohnya masalah BPJS.
Hesti Puji Lestari
Hesti Puji Lestari - Bisnis.com 03 November 2022  |  05:14 WIB
Efek Domino Rencana Waroeng SS Sunat Gaji Karyawan Penerima BSU
Ilustrasi bantuan subsidi upah (BSU) 2022 atau subsidi gaji Rp600.000 - Bisnis/Bisnis / Arief Hermawan P\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Pemerintah telah memeringatkan manajemen Waroeng SS tentang kebijakan potong gaji karyawan penerima BSU Subsidi Gaji.

Sebelumnya heboh kabar Waroeng SS akan melakukan pemotongan gaji kepada karyawan penerima BSU.

Dalam surat edaran milik Waroeng SS yang tersebar di media sosial tertanggal 21 Oktober 2022, Direktur Waroeng SS Yoyok Hery Wahyono menyampaikan bahwa iuran BPJS Ketenagakerjaan para pegawainya dibiayai oleh perusahaan, bukan dengan pemotongan gaji.

Untuk itu, pihaknya memutuskan untuk melakukan pemotongan gaji penerima BSU

“Demi keadilan dan pemerataan fasilitas kesejahteraan,” ujar Yoyok seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (31/10/2022).

Manajemen juga menulis jika personel yang tidak setuju dengan aturan tersebut bisa mengajukan surat resign.

Ternyata, viralnya kebijakan bos Waroeng SS ingin sunat gaji karyawan ini sampai juga ke telinga Kemnaker. Kemnaker mengatakan jika tidak diperbolehkan ada kebijakan demikian.

Itung-itungan menurut @buruhyogyakarta

Dilansir dari situs Waroeng SS, restauran yang menyajikan berbagai jenis makanan dengan sambal lezat itu sudah memiliki 4000 karyawan.

Sementara menurut akun Twitter @BuruhYogyakarta, data dari BPJS TK, jumlah pekerja terdaftar ada 1.871 di mana 1869 di antaranya valid.

Manajemen Waroeng SS memberikan kebijakan memotong Rp300 ribu gaji karyawannya pada periode November dan Desember 2022.

Itu artinya, Waroeng SS akan menghemat kurang lebih Rp1,1 miliar dari hasil menyunat gaji karyawannya (jika dihitung dari data yang dipublish @BuruhYogyakarta).

Efek domino

Selain mendapat sentilan dari pemerintah, keputusan Waroeng SS melakukan kebijakan tersebut membuat beberapa orang santer bersuara di media sosial.

Salah satunya adalah tentang iuran BPJS yang dikeluhkan oleh beberapa orang yang mengaku mantan karyawan Waroeng SS.

"Hi, aku mantan karyawan @WaroengSS . Resign skitar thn 2019 akhir. Seharusnya aku langsung bisa cairin BPJS, krn sdh resign. Tp ternyata dari sana blm dinonaktifin. Smp skrg msh blm bs kucairin. Krn mreka blm bayar iuran.Malah ditawarin dana pinjaman dgn jaminan surat berharga," tulisnya.

Bukan hanya satu, ada beberapa netizen lainnya juga yang mengeluhkan hal yang sama.

"Teruusss paling baru, setelah suami resign, suami niatnya mau ngurus (mencairkan) bpjs ketenagakerjaan.. tp setelah di lihat saldonya terakhir dibayarkan februari 2020," timpal yang lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bsu Kemnaker karyawan

Sumber : Waroeng SS, Twitter @BuruhYogyakarta

Editor : Hesti Puji Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top