Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dudung Datang, Effendi Simbolon Tak Hadiri Raker Komisi I DPR

Effendi tak bisa hadir dalam rapat kerja antara DPR dengan Menteri Pertahanan karena ada tugas dari partai.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 26 September 2022  |  14:21 WIB
Dudung Datang, Effendi Simbolon Tak Hadiri Raker Komisi I DPR
Effendy Simbolon. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR Effendi Simbolon tak menghadiri rapat kerja (raker) Komisi I DPR Panglima TNI dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Panglima TNI Andika Perkasa pada hari ini, Senin (26/9/2022).

Anggota Komisi I dari Fraksi PDIP lainnya, TB Hasanuddin, mengonfirmasi ketidakhadiran Effendi. Menurutnya, berdasarkan keterangan Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto, Effendi tak bisa hadir karena ada tugas dari partai. Meski begitu, dia tak menjelaskan tugas partai yang dimaksud.

“ES [Effendi Simbolon] ada tugas dari partai sehingga hari ini tidak bisa ikut. Penjelasan dari Pak Utut,” ungkap Hasanuddin saat dihubungi wartawan, Senin (26/9/2022).

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman terlihat hadir dalam raker tersebut. Dia datang bersama Menhan Prabowo sekitar pukul 9.45 WIB.

Sebagai informasi, hubungan antara Effendi dengan Dudung sempat memanas, buntut dari penyataan Effendi yang menyebutkan TNI seperti gerombolan. Pernyataan itu dilontarkan dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Panglima TNI pada 5 September 2022.

Dalam sebuah cuplikan video yang sempat ramai, Dudung menyatakan bahwa prajurit TNI di tingkat Tantama dan Bintara panas dan marah atas pernyataan Effendi.

"Jangan salahkan prajurit kita ngamuk gitu lho," kata Dudung dalam cuplikan rekaman rapat Dudung bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Mayor Jenderal Agus Subiyanto, dua pekan lalu.

Effendi sendiri sudah meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Menurutnya, pernyataan tersebut hanya ingin menekankan bahwa dalam tubuh TNI harus diutamakan kepatuhan. Dia mengatakan tak ada niatan menstigmasi TNI.

"Saya dari lubuk hati yang saya dalam, saya mohon maaf atas apapun perkataan saya yang menyinggung, yang menyakiti, membuat tidak nyaman di hati para prajurit ataupun dari mulai tamtama, bintara, sampai dengan perwira, bahkan sampai para sesepuh, para pihak yang tidak nyaman dengan adanya perkataan yang mungkin diartikan lain," ujar Effendi dalam konferensi pers di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (14/9/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

effendi simbolon prabowo subianto Dudung Abdurachman
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top