Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gerindra Klaim Ada Upaya Penjegalan Prabowo Jadi Capres

Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan ada upaya penjegalan ketua umumnya, Prabowo Subianto, menjadi calon presiden di Pilpres 2024.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan arahan pada acara Seremoni Serah Terima 1 Unit Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) dan 2 Unit Helikopter Anti Kapal Selam (AKS) dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kepada Kementerian Pertahanan di Hanggar Aircraft Services PTDI, Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/6/2022). /Bisnis/Rachman
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan arahan pada acara Seremoni Serah Terima 1 Unit Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) dan 2 Unit Helikopter Anti Kapal Selam (AKS) dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kepada Kementerian Pertahanan di Hanggar Aircraft Services PTDI, Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/6/2022). /Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengklaim ada upaya penjegalan ketua umumnya, Prabowo Subianto, menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

Dasco mengatakan upaya penjegalan Prabowo dilakukan dengan menyebar baliho yang membuat elektabilitas menteri pertahanan tersebut menurun. Dia tak mau menerangkan isi baliho yang dimaksud.

“Pak Prabowo juga mau dijegal. Itu sekarang baliho di seluruh daerah masif, tapi balihonya membuat rating Pak Prabowo turun kok itu. Banyak,” ungkap Dasco kepada awak media di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Dia menjelaskan, baliho tersebut tersebar di daerah basis pemilih Prabowo, seperti Sumatera Barat, Aceh, Kalimantan Selatan, dan Madura. Gerindra, lanjutnya, juga telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Selain itu, para kader Gerindra di berbagai daerah tersebut juga ditugaskan untuk menurunkan baliho-baliho yang dimaksud.

“Karena bukan kita yang pasang ya kita minta, instruksikan kepada seluruh kader di daerah tersebut dicopot, dan banyak juga,” ucapnya.

Dasco juga mengaku sudah mengetahui pelakunya. Meski begitu, dia tak mau mengungkap kepada awak media. Saat ditanya apakah aktornya dari partai politik atau non-partai politik, Dasco juga diam.

Dia hanya memberi petunjuk, menurutnya pelaku memiliki banyak uang. Gerindra, lanjutnya, juga tak akan mengambil tindakan lebih lanjut.

 “Karena kan kalau secara masif, dia itukan mengorganisir orang banyak, dananya juga banyak. Ya kita tahu, tapi ya sudahlah,” ujar Dasco.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper