Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Obat Covid-19, WHO Tidak Rekomendasikan Lagi Dua Terapi Antibodi Ini

Dua terapi antibodi Covid-19 tidak lagi direkomendasikan oleh WHO karena Omicron dan varian terbaru kemungkinan telah membuatnya usang.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 16 September 2022  |  08:57 WIB
Obat Covid-19, WHO Tidak Rekomendasikan Lagi Dua Terapi Antibodi Ini
Ilustrasi Obat COvid-19. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dua terapi antibodi Covid-19 tidak lagi direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atas dasar bahwa Omicron dan varian terbaru kemungkinan telah membuatnya usang.

Dua terapi, yang dirancang untuk bekerja dengan mengikat protein SARS-CoV-2 untuk menetralkan kemampuan virus menginfeksi sel, adalah beberapa obat pertama yang dikembangkan pada awal pandemi.

Virus kini telah berevolusi dan semakin banyak bukti dari tes laboratorium menunjukkan dua terapi, sotrovimab serta casirivimab-imdevimab, memiliki aktivitas klinis terbatas terhadap iterasi terbaru virus. Akibatnya, terapi ini juga tidak disukai oleh regulator kesehatan Amerika serikat (AS).

Pada Kamis (15/9/2022), para ahli WHO mengatakan mereka sangat menyarankan untuk tidak menggunakan dua terapi pada pasien dengan Covid-19.

Hal itu membalikkan rekomendasi bersyarat sebelumnya yang mendukung terpai itu sebagai bagian dari serangkaian rekomendasi yang diterbitkan dalam British Medical Journal.

Sotrovimab dari GSK dan mitranya Vir Biotechnology, yang telah menghasilkan miliaran penjualan dan menjadi salah satu produsen obat Inggris terlaris tahun lalu, ditarik dari pasar AS oleh Food and Drug Administration (FDA) AS pada bulan April.

Mengingat Amerika Serikat mulai mempertanyakan efektivitas klinis sotrovimab terhadap Omicron pada awal Februari, keputusan WHO datang agak terlambat, kata Penny Ward, profesor tamu dalam kedokteran farmasi di King's College London.

"Sekarang WHO telah mengeluarkan rekomendasi ini, menarik untuk melihat berapa banyak negara lain yang menyelaraskannya," katanya seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (16/9/2022).

Cairan antibodi casirivimab-imdevimab dari Regeneron dan mitra Roche juga telah menghasilkan miliaran penjualan dan merupakan salah satu produsen obat AS terlaris tahun lalu.

Sejak Januari, FDA telah merevisi pendiriannya pada pengobatan dengan membatasi penggunaannya pada kelompok pasien yang lebih kecil, dengan alasan potensinya yang berkurang terhadap varian Omicron.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Covid-19 Obat Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top