Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

WHO: 600 Juta Kasus Covid-19, Meninggal 6,4 Juta Orang

WHO mengonfirmasi 600.555.262 kasus positif Covid-19 global. Dari jumlah itu, 6.472.914 orang meninggal dunia.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 02 September 2022  |  19:14 WIB
WHO: 600 Juta Kasus Covid-19, Meninggal 6,4 Juta Orang
Stasiun kereta api bawah tanah (subway) Tuanjiehu, Beijing, China, Minggu (1/5/2022), lengang saat diberlakukan penguncian wilayah (lockdown) secara parsial menyusul munculnya 259 kasus positif baru Covid-19 sejak 22 April 2022. 'Lockdown' diberlakukan bersamaan dengan musim liburan Hari Buruh pada 1-4 Mei 2022. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi 600.555.262 kasus positif Covid-19 hingga 1 September 2022. Dari jumlah itu, 6.472.914 orang meninggal dunia.

Berdasarkan peta sebaran WHO, penyebaran Covid-19 telah teridentifikasi di 235 negara di dunia.

Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan catatan kasus positif dan meninggal dunia terbanyak di dunia.

Untuk kasus konfirmasi positif, AS mencatatkan 93.216 kasus hingga 1 September 2022, dengan total 1.034.719 kasus meninggal dunia.

Posisi kedua ditempati India dengan total kasus konfirmasi 44.436.339. Selanjutnya, Brasil dengan 34.414.011 kasus, Prancis 33.513.220 kasus, Jerman 32.184.553 kasus, dan Inggris 23.522.244 kasus. 

Sedangkan, kasus meninggal dunia akibat Covid-19, India menjadi negara dengan kasus tertinggi kedua setelah AS, total 44.436.339 kasus.

Kemudian Brasil 34.414.011 kasus meninggal dunia akibat Covid-19, Prancis dengan 33.513.220 kasus, serta Jerman 32.184.553 kasus.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, bahwa dunia mulai mencatat penurunan jumlah kasus positif dan kematian selama seminggu terakhir. Namun, dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran subvarian Omicron yang disebut memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan varian-varian pendahulunya.

"Hidup dengan Covid-19 bukan berarti kita berpura-pura pandemi berakhir. Jika berjalan di tengah hujan tanpa payung, berpura-pura tidak hujan tidak akan membantu Anda. Demikian juga berpura-pura virus mematikan telah berhenti beredar adalah risiko besar," tutur Tedros dalam keterangan tertulis, dikutip dari who.int, Jumat (2/9/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Covid-19 amerika serikat
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top