Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Peristiwa 11 September 9/11, Gedung Kembar WTC Diserang 21 Tahun Lalu

Sejarah 11 september merupakan serangan teroris pada gedung kembar WTC di New York AS yang menewaskan sekitar 3.000 orang.
Tragedi serangan 11 September
Tragedi serangan 11 September

Bisnis.com, JAKARTA - 11 September 2001 merupakan tragedi serang di New York dan Washington, DC, Amerika Serikat menghancurkan gedung World Trade Center, sebagian Pentagon dan menghancurkan sebuah pesawat penumpang di Shanksville, Pennsylvania menewaskan sekitar 3.000 jiwa.

Serangan 11 September, juga disebut serangan 9/11, serangkaian pembajakan maskapai penerbangan dan serangan bunuh diri yang dilakukan pada tahun 2001 oleh 19 militan yang terkait dengan kelompok ekstremis al-Qaeda terhadap sasaran di Amerika Serikat, serangan teroris paling mematikan di tanah Amerika dalam sejarah AS.

Serangan terhadap New York City dan Washington, D.C., menyebabkan kematian dan kehancuran yang luas dan memicu upaya besar AS untuk memerangi terorisme. Sekitar 2.750 orang tewas di New York, 184 di Pentagon, dan 40 di Pennsylvania.

Polisi dan departemen pemadam kebakaran di New York sangat terpukul: ratusan orang bergegas ke lokasi serangan, dan lebih dari 400 petugas polisi dan petugas pemadam kebakaran tewas.

Pada tanggal 11 September, pembajak mengubah maskapai penerbangan komersial menjadi rudal dan menyerang simbol kunci kekuatan ekonomi dan militer Amerika.

Serangan-serangan mengerikan ini meratakan menara-menara World Trade Center di New York, menghancurkan sebagian Pentagon, dan membuat orang Amerika dalam suasana hati yang serupa dengan yang dialami negara itu setelah serangan Jepang yang menghancurkan terhadap armada Amerika di Pearl Harbor pada tahun 1941.

Rangkaian kengerian dimulai pada pukul 08:45, ketika American Airlines Penerbangan 11, yang membawa 92 orang dari Boston ke Los Angeles, menabrak menara utara World Trade Center. Delapan belas menit kemudian, United Airlines Penerbangan 175, yang membawa 65 orang, juga menuju Los Angeles dari Boston, menabrak menara selatan World Trade Center.

Pada 09:40, American Airlines Penerbangan 77, terbang dari Washington, D.C., ke Los Angeles dan membawa 64 orang di dalamnya, menabrak Pentagon. Pukul 10 pagi, United Airlines Penerbangan 93, terbang dari Newark, NJ, ke San Francisco, jatuh 80 mil tenggara Pittsburgh.

Penumpang di dalam pesawat, setelah mendengar tentang serangan di New York dan Washington, D.C., tampaknya menyerbu kokpit pesawat dan mencegah para pembajak menyerang ibu kota negara.

Jutaan pemirsa televisi menonton dengan ngeri. Pada 09:50, menara selatan World Trade Center runtuh. Pada 10:29, menara utara World Trade Center juga runtuh.

Lebih dari 3.000 warga sipil tak berdosa dan petugas penyelamat tewas akibat aksi teror ini. Ini hampir sama dengan jumlah orang Amerika yang tewas pada 6 Juni 1944, selama invasi D-Day ke Prancis yang diduduki Nazi.

Ini hampir sama dengan 3.620 orang Amerika jumlah terbesar orang Amerika yang tewas dalam pertempuran dalam satu hari—yang tewas dalam pertempuran Perang Saudara di Antietam pada 17 September 1862.

Lebih banyak lagi orang Amerika tewas dalam dua jam pada 11 September. daripada meninggal dalam Perang 1812, Perang Spanyol Amerika, atau Perang Teluk.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper