Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketum PBNU Sampaikan Duka Mendalam Atas Meninggalnya Ratu Elizabeth II

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Ratu Elizabeth II.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 09 September 2022  |  14:51 WIB
Ketum PBNU Sampaikan Duka Mendalam Atas Meninggalnya Ratu Elizabeth II
Ketum PBNU Sampaikan Duka Mendalam Atas Meninggalnya Ratu Elizabeth II - Royal.co.uk
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Ratu Elizabeth II.

Adapun, Pemimpin Kerajaan Inggris itu meninggal pada Kamis (8/9/2022) pukul 12.30 waktu setempat di Kastil Balmoral, Skotlandia.

"Kami menyampaikan duka yang mendalam," ujarnya dikutip dari laman resmi PBNU, Jumat (9/9/2022).

Gus Yahya, panggilan akrab Yahya, menilai Ratu Elizabeth II bukan hanya sekadar pemimpin negara, tetapi juga penentu zaman.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu juga menyampaikan bahwa Ratu Elizabeth II merupakan sosok pemimpin yang tidak kenal lelah dalam bekerja.

"Ratu Elizabeth juga mampu 'memikat dunia' dengan takhta yang memperlihatkan keanggunan, elegan, dan etos kerja yang tak kenal lelah," katanya.

Sekadar informasi, Ratu Elizabeth II diangkat menjadi pemimpin kerajaan sejak 1952 sepeninggal ayahnya, Raja George VI. Dia menjadi pemimpin Kerajaan Inggris saat usianya baru menginjak 25 tahun.

Perempuan kelahiran Bruton, London, Inggris pada 21 April 1926 ini menikah dengan Pangeran Philip. Dari pernikahannya itu lahir Pangeran Charles yang bakal menggantikan sosoknya. Charles memiliki tiga adik, yaitu Putri Anne, Pangeran Andrew, dan Pangeran Edward.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbnu ratu elizabeth kerajaan inggris
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top