Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trump Minta Dokumen yang Disita FBI dari Kediamannya Ditinjau oleh Pihak Ketiga

Permintaan tinjauan oleh pihak ketiga tersebut dibuat dalam gugatan yang diajukan Trump di pengadilan federal Florida pada Senin (22/8).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 Agustus 2022  |  10:16 WIB
Trump Minta Dokumen yang Disita FBI dari Kediamannya Ditinjau oleh Pihak Ketiga
Situasi saat FBI menggeledah kediaman mantan presiden AS Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida, Senin (8/8/2022). - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan Presiden AS Donald Trump meminta hakim untuk mengizinkan pihak ketiga yang netral melakukan peninjauan terhadap dokumen yang disita oleh FBI dalam penggeledahan di kediamannya di Mar-a-Lago.

Selain itu, Trump juga meminta hakim agar memerintahkan Departemen Kehakiman mengembalikan dokumen yang tidak termasuk dalam surat perintah.

Dilansir Bloomberg pada Selasa (23/8/2022), permintaan untuk pihak ketiga yang disebut sebagai master khusus tersebut dibuat dalam gugatan yang diajukan Trump di pengadilan federal Florida pada Senin (22/8).

Agen FBI membawa sekitar 20 kotak berisi 11 set dokumen rahasia, beberapa di antaranya berlabel sangat rahasia, dalam penggeledahan rumah Trump pada 8 Agustus lalu. Paspor Trump yang sebelumnya disita telah dikembalikan kepadanya.

Trump pada hari Senin juga meminta perintah pengadilan yang mengharuskan Departemen Kehakiman untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang properti yang disita dan untuk menghentikan peninjauan dokumen lebih lanjut sampai master khusus ditunjuk.

Tim pengacara Trump mengatakan penegakan hukum adalah perisai yang melindungi warga AS dan tidak dapat disalahgunakan untuk tujuan politik.

"Oleh karena itu, kami mencari bantuan peradilan setelah penggeledahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak perlu di rumah Presiden Trump di Mar-a-Lago,” ungkap pengacara Trump, dikutip Bloomberg, Selasa (23/8/2022).

Klaim Hak Istimewa

Trump sebelumnya menegaskan bahwa beberapa catatan yang diambil dari kediamannya di Mar-a-Lago-nya dilindungi oleh hak istimewa antara pengacara dan klien.

Mantan Jaksa Federal Jennifer Rodgers mengatakan tugatan Trump yang dilakukan dua pekan setelah penggeledahan tersebut kemungkinan merupakan taktik penundaan yang tidak mungkin berhasil.

Departemen Kehakiman mungkin sudah mulai meninjau dokumen oleh tim penyaring, yang bertugas menghapus materi istimewa sebelum jaksa melihatnya.

"Juga sangat tidak mungkin bahwa materi akan berisi sesuatu yang istimewa karena dokumen rahasia umumnya tidak berisi catatan yang dicakup oleh hak istimewa pengacara-klien," katanya.

Meski begitu, lanjut Rodgers, hakim dapat meminta pemerintah untuk menjelaskan proses peninjauan yang digunakan untuk memastikan tim penuntut tidak terlibat dalam komunikasi yang seharusnya tidak mereka lihat.

Juru bicara Trump Taylor Budowich tidak memberikan komentar. Christina Bobb, salah satu pengacaranya dalam kasus surat perintah penggeledahan, juga tidak menanggapi permintaan komentar.

Pengacara Trump Lindsey Halligan dan James Trusty berpendapat bahwa rakyat Amerika berhak tahu mengapa surat perintah penggeledahan dikeluarkan ketika Trump secara sukarela bekerja sama dengan setiap permintaan pemerintah.

FBI telah menemukan dokumen rahasia selama pencarian meskipun pengacara Trump lainnya telah meyakinkan Departemen kehakiman secara tertulis pada bulan Juni bahwa semua materi rahasia telah dikembalikan.

Trump telah membuat berbagai klaim publik untuk menjelaskan mengapa dia yakin dia tidak melakukan kesalahan dengan mengambil dokumen dari Gedung Putih ketika dia meninggalkan kantor, termasuk bahwa dia memiliki perintah tetap untuk menyatakan dokumen menjadi tidak rahasia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump fbi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top