Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Epidemiolog: Cacar Monyet Berpotensi Rendah Jadi Pandemi

Ahli Epidemiologi Dicky Budiman meyebutkan virus monkeypox atau cacar monyet berpotensi kecil untuk menjadi suatu pandemi.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 21 Agustus 2022  |  08:14 WIB
Epidemiolog: Cacar Monyet Berpotensi Rendah Jadi Pandemi
Ikustrasi vaksin cacar monyet (monkeypox). - Istimewa
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA -- Ahli Epidemiologi dari Griffith University Dicky Budiman menilai bahwa wabah monkeypox atau cacar monyet berpotensi kecil untuk menjadi pandemi. 
 
Dicky menjelaskan bahwa hal ini dilatarbelakangi oleh sejumlah hal.
Pertama, dia menyebutkan bahwa 30 persen masyarakat di dunia diperkirakan telah memiliki kekebalan tubuh terhadap serangan virus monkeypox. Hal ini dapat terjadi karena mayoritas masyarakat di dunia telah menjalani vaksinasi smallpox atau cacar yang menjadi proteksi silang.
 
Perlu diketahui, virus monkeypox merupakan anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae. Hal ini menandakan bahwa virus monkeypox berada dalam satu genus yang sama dengan virus variola yang menyebabkan penyakit smallpox atau cacar.
 
"Berbicara tentang monkeypox saat ini, setidaknya 30 persen penduduk dunia punya kekebalan. Dari mana asalnya? dari proteksi silang vaksinasi smallpox. Artinya, itu membuat kemungkinan monkeypox menjadi pandemi mengecil," terang Dicky kepada Bisnis, Minggu (21/8/2022). 
 
Selain itu, dia menambahkan bahwa penetapan suatu wabah untuk menjadi pandemi biasanya kerap kali ditemukan  pada jenis penyakit yang baru pertama kali teridentifikasi penyebarannya, seperti halnya virus Covid-19. 
 
"Kriteria wabah menjadi pandemi itu umumnya ditemukan pada munculnya penyakit baru yang artinya mayoritas manusia belum punya kekebalan terhadap penyakit yang mewabah itu," kata Dicky. 
 
Adapun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan virus monkeypox sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau kedaruratan kesehatan global pada 23 Juli 2022. 
 
Mengacu pada data WHO, virus monkeypox telah teridentifikasi di 86 negara dengan total 39.708 kasus terkonfirmasi dan kematian sekitar 400 orang. 
 
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengonfirmasi temuan kasus positif monkeypox pada Sabtu (20/8/2022). 
 
"Hari ini, ada satu pasien terkonfirmasi dari DKI Jakarta, laki-laki berumur 27 tahun," jelas Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam konferensi pers virtual, Sabtu (20/8/2022). 
 
Setelah kembali dari perjalanan luar negeri pada 8 Agustus 2022, pasien mulai mengalami gejala demam dan pembesaran kelenjar getah bening di bagian belakang telinga pada 14 Agustus 2022. 
 
Syahril menerangkan, gejala khas monkeypox yakni munculnya lesi pada wajah mulai ditemukan pada 16 Agustus 2022. Lesi itu kemudian menyebar ke bagian telapak tangan, kaki, dan sebagian di sekitar alat genital. 
 
Pasien ini kemudian dinyatakan positif monkeypox pada Jumat (19/8/2022). Jubir Kemenkes menyebutkan bahwa pasien kini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah karena hanya bergejala ringan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cacar monyet cacar air epidemiolog vaksinasi Vaksin
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top