Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aktivitas Meningkat, Status Gunung Raung Naik ke Level Waspada

Terhitung 29 Juli 2022, PVMBG menaikkan tingkat aktivitas Gunung Raung dari Level I (normal) menjadi Level II (waspada).
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  13:58 WIB
Aktivitas Meningkat, Status Gunung Raung Naik ke Level Waspada
Gunung Raung yang terletak di antara Banyuwangi, Jember dan Bondowoso, erupsi. Abu vulkanik dirasakan sejumlah wilayah di Banyuwangi. Minggu (7/2/2021)./Antara - HO/Humas Pemkab Banyuwangi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan aktivitas Gunung Api Raung di Jawa Timur meningkat.

Pada pengamatan Rabu (27/2/2022), terekam gempa letusan yang menunjukkan terjadinya peningkatan tekanan secara tiba-tiba pada permukaan yang dangkal. Peningkatan ini terjadi setelah adanya peningkatan gempa vulkanik dangkal, gempa hembusan, dan gempa tektonik jauh.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono menyampaikan telah terjadi pergerakan pusat tekanan menuju permukaan yang selanjutnya menghasilkan letusan eksplosif. Dengan masih terekamnya gempa tremor menerus maka pergerakan fluida ke permukaan diperkirakan masih terjadi meskipun dalam tingkat yang rendah.

“Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis kegempaan, serta belum stabilnya kondisi kawah Gunung Raung maka terhitung 29 Juli 2022, pukul 08:00 WIB, tingkat aktivitas Gunungapi Raung dinaikkan dari Level I [Normal] menjadi Level II [Waspada],” kata Eko melalui keterangan resmi, Jumat (29/7/2022).

Eko menambahkan lembagannya terus melakukan pemantauan intensif untuk mengevaluasi aktivitas gunung api Raung. PVMBG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Status kegiatan Gunung Api Raung akan dinaikkan atau diturunkan jika terjadi peningkatan atau penurunan aktivitas," kata Eko.

Eko juga mengatakan, potensi ancaman bahaya saat ini berupa lontaran material batuan pijar, namun sebarannya masih terbatas di dalam kawah, sedangkan material berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin.

"Maka dari itu, kami merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati pusat erupsi di kawah puncak dengan radius 3 kilometer. Masyarakat di sekitar Gunungapi Raung juga diharap tenang dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Api Raung,” tuturnya.

Eko juga mengimbau agar pemerintah daerah serta BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember agar selalu berkoordinasi dengan PVMBG Badan Geologi atau Pos Pengamatan Gunungapi Raung.

Masyarakat dan pihak terkait juga dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi terkait Gunung Api Raung melalui MAGMA Indonesia pada https://magma.vsi.esdm.go.id/.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gunung Raung pvmbg jatim waspada
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top