Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rishi Sunak Deklarasi Calon PM Inggris, Janjikan Potong Pajak Saat Inflasi Terkendali

Sunak akan menggunakan deklarasi kampanye untuk membalas para pesaingnya dari partai Konservatif yang telah mengusulkan sejumlah besar program pemotongan pajak dan secara implisit mengkritiknya saat menjabat sebagai Menkeu.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 Juli 2022  |  15:09 WIB
Rishi Sunak Deklarasi Calon PM Inggris, Janjikan Potong Pajak Saat Inflasi Terkendali
Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak di London, Inggris, 24 Oktober 2021. - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak akan mendeklarasikan pencalonannya sebagai Perdana Menteri Inggris pada hari ini Selasa (12/7/2022). Ia berjanji untuk untuk memotong pajak begitu inflasi terkendali.

Dilansir Bloomberg, Sunak akan menggunakan deklarasi kampanye untuk membalas para pesaingnya dari partai Konservatif yang telah mengusulkan sejumlah besar program pemotongan pajak dan secara implisit mengkritiknya saat menjabat sebagai Menkeu.

Sunak saat ini adalah yang terdepan dalam kontestasi pengganti PM Boris Johnson yang mengundurkan diri pekan lalu, dengan jumlah dukungan terbesar dari sesama anggota parlemen.

“Begitu kita mengatasi inflasi, saya akan menurunkan beban pajak. Ini adalah soal 'kapan', bukan 'jika'," ungkap Sunak seperti dikutip Bloomberg, Selasa (12/7/2022).

Sebelas kandidat kuat untuk menjadi pemimpin Inggris berikutnya akan mulai diseleksi pada hari Selasa, dengan para pesaing membutuhkan dukungan 20 anggota parlemen untuk masuk ke dalam pemungutan suara. Putaran pertama pemungutan suara di antara anggota parlemen Konservatif akan diadakan pada hari Rabu.

Orang dengan jumlah suara terendah akan tersingkir di setiap putaran. Calon yang menerima kurang dari 30 suara juga akan tersingkir dalam putaran selanjutnya.

Kelemahan Sunak dalam perlombaan menjadi PM Inggris adalah bahwa ia menaikkan beban pajak Inggris ke level tertinggi sejak 1940-an selama jabatannya di Departemen Keuangan untuk membayar pengeluaran era pandemi.

Dalam bulan-bulan terakhirnya sebelum mengundurkan diri pekan lalu, Sunak menolak seruan untuk memotong pajak karena takut memicu inflasi, yang diperkirakan mencapai 11 persen pada Oktober.

Pesaing lain dalam perlombaan termasuk Menteri Luar Negeri Liz Truss, Mantan Menteri Kesehatan Sajid Javid, Menteri Perdagangan Penny Mordaunt dan Tom Tugendhat, yang merupakan ketua komite pemilihan urusan luar negeri Parlemen.

Selain pemotongan pajak, janji sejumlah kandidat lainnya termasuk termasuk pemotongan Asuransi Nasional, pajak gaji yang dinaikkan Sunak pada bulan April, dan membalikkan rencana kenaikan pajak perusahaan Sunak dari 19 persen menjadi 25 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris pm inggris Boris Johnson
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top