Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Presiden Ukraina Pecat 5 Duta Besar, Termasuk Dubes Jerman

Presiden Zelensky menyebut pemecatan terhadap 5 diplomat merupakan rotasi yang wajar.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 10 Juli 2022  |  16:56 WIB
Ini Alasan Presiden Ukraina Pecat 5 Duta Besar, Termasuk Dubes Jerman
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky - Times of Israel
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Ukraina Volodymy Zelensky secara mengejutkan memecat lima duta besarnya untuk Jerman, India, Norwegia, Hongaria, dan Republik Ceko. Kini ia tengah menyiapkan kandidat baru untuk posisi tersebut.

Dikutip dari The Guardian, Minggu (10/7/2022) Zelenky telah mengumumkan pemecatan untuk kelima diplomat tersebut sehari sebelumnya yaitu pada Sabtu 9 Juli 2022.

Adapun dubes yang dimaksud yaitu Dubes Ukraina untuk Jerman Andriy Melnyk, Dubes untuk India Ihor Polikha, Dubes untuk Republik Ceko Yevhen Perebiynis, Dubes untuk Norwegia Viacheslav Yatsiuk, dan Dubes untuk Honagria Liubov Nepop.

“Rotasi ini adalah bagian normal dari praktik diplomatik,” katanya dalam sebuah pernyataan, dilansir The Guardian, Minggu (10/7/2022).

Zelenky berdalih bahwa alasan pemecatan merupakan hal yang wajar. Meski masih tidak jelas apakah para diplomat tersebut akan diberi posisi baru atau tidak.

Sebagai informasi, Zelensky sebelumnya mendesak para diplomatnya untuk menggalang dukungan internasional dan bantuan militer untuk Ukraina saat pertempuran melawan Rusia berlanjut.

Namun, di sisi lain hubungannya dengan pihak Jerman tengah memanas. Dikutip dari Aljazeera, Jerman mendorong Kanada untuk mengembalikan turbin gas ke perusahaan energi Rusia Gazprom.

Ukraina mendesak Kanada untuk mempertahankan turbin tersebut pasalnya pengembalian turbin gas akan melanggar sanksi Rusia yang telah disepakati bersama negara Barat.

Turbin akan dikirim ke Jerman terlebih dahulu, yang kemudian akan mengirimkannya ke Gazprom yang dikuasai negara Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ukraina Volodymyr Zelensky jerman
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top