Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Google Bayar Rp1,7 Triliun Gara-Gara Diskriminasi Gender

Google telah setuju untuk membayar US$118 juta atau setara denga Rp1,7 triliun untuk menyelesaikan gugatan diskriminasi gender.
Ilustrasi Google./Antara-Reuters
Ilustrasi Google./Antara-Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Google telah setuju untuk membayar US$118 juta atau setara dengan Rp1,7 triliun untuk menyelesaikan gugatan diskriminasi gender yang mencakup sekitar 15.500 pekerja perempuan. Raksasa teknologi itu juga telah diminta untuk meminta ekonom tenaga kerja independen mengevaluasi praktik perekrutan dan studi ekuitas gajinya.

Kasus diskriminasi gender pertama kali muncul pada 2017 ketika tiga wanita mengajukan keluhan kepada Google karena membayar pekerja perempuan di bawah standar.

Karyawan wanita ini menuduh raksasa teknologi itu melanggar Undang-Undang Pembayaran Setara California dan juga menyoroti bahwa ada kesenjangan upah sekitar US$17.000 yang dipertahankan perusahaan antara pria dan wanita. Karyawan perempuan ini juga menuduh bahwa Google mengunci wanita ke jalur karir yang lebih rendah, yang menyebabkan gaji dan bonus lebih sedikit dibandingkan dengan rekan pria mereka.

“Meskipun kami sangat percaya pada kesetaraan kebijakan dan praktik kami, setelah hampir lima tahun proses pengadilan, kedua belah pihak sepakat bahwa penyelesaian masalah, tanpa pengakuan atau temuan apa pun, adalah demi kepentingan terbaik semua orang, dan kami sangat senang untuk mencapai kesepakatan ini,” kata Google dalam pernyataan resmi yang diakses The Verge seperti dilansir Indiatoday, Selasa (14/6/2022).

Perusahaan teknologi pimpinan Sundar Pichai itu juga mengatakan bahwa mereka benar-benar berkomitmen untuk membayar, mempekerjakan, dan meratakan semua karyawan secara adil dan setara. Google lebih lanjut menyoroti bahwa itu membuat "penyesuaian ke atas" jika pernah menemukan perbedaan gaji antara karyawan pria dan wanita.

Khususnya, persyaratan penyelesaian masih perlu disetujui oleh hakim dalam sidang yang dijadwalkan pada 21 Juni.

Ini bukan pertama kalinya Google berada di bawah pengawasan diskriminasi gender. Baru tahun lalu, raksasa teknologi itu setuju untuk membayar US$2,5 juta untuk menyelesaikan gugatan yang mengklaim bahwa insinyur perempuan Google dibayar rendah dan mengabaikan pelamar kerja orang Asia. Selain itu, California Department of Fair Employment and Housing (DFEH) juga menyelidiki Google atas keluhan pelecehan dan diskriminasi terhadap karyawan wanita kulit hitam.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Indra Gunawan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper