Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pesan TP Rachmat ke Pengusaha Indonesia: Jangan Cepat Puas karena Ukuran Ekonomi

TP Rachmat meminta pengusaha Indonesia untuk tidak berhenti pada ukuran-ukuran ekonomi yang memuaskan diri dan mau membuka diri serta berkolaborasi dengan institusi pendidikan.
Pengusaha TP Rachmat/Dok.JIBI
Pengusaha TP Rachmat/Dok.JIBI

Bisnis.com,  JAKARTA - Pengusaha Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat dalam pidato Penganugerahan Paramadina Award, Sabtu (4/6/2022), meminta pengusaha Indonesia untuk tidak berhenti pada ukuran-ukuran ekonomi yang memuaskan diri.

Mantan Presiden Direktur PT Astra International Tbk. itu berpesan agar para pengusaha mau membuka diri dan berkolaborasi dengan institusi pendidikan.

"Jadilah pengusaha yang tidak berhenti pada ukuran-ukuran ekonomi yang memuaskan diri, namun membuka diri untuk berkolaborasi dengan institusi pendidikan, memberikan dukungan finansial yang diperlukan, serta membantu dunia pendidikan dengan sarana, kesempatan, serta pengalaman yang dimilikinya," kata pria yang akrab disapa Teddy ini.

Pendidikan sangat penting untuk membentuk kualitas manusia. Menurutnya, kualitas manusia akan menjadi penentu dan pembeda bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kebesaran bangsa.

Selain itu, bangsa dengan penduduk yang terdidik  dapat melepaskan diri dari masalah-masalah dasar seperti kelaparan, kemiskinan, ketidakadilan, kesenjangan, serta ketidaksetaraan. Juga dengan pendidikan, bangsa bergerak maju, melepaskan diri dari berbagai keterbatasan serta belenggu yang menghambat kemajuan.

"Saya memiliki keyakinan bahwa pendidikan yang paripurna adalah pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, namun menanamkan pondasi yang kokoh dalam hal nasionalisme, spiritualitas, nilai-nilai inti, dan cara berpikir yang benar," ujar dia.

Tak hanya kepada pengusaha, dia juga mengajak semua pihak untuk mengambil bagian dalam dunia pendidikan.

Kepada tokoh agama, dia berpesan agar tokoh agama dapat memahami agama sampai ke inti-inti ajarannya.

"Jadilah tokoh agama yang mengabarkan perdamaian, kasih sayang, dan kemanusiaan. Jangan terjebak pada dogma dan fanatisme sempit yang justru membuat agama menjauhkan manusia dan manusia lainnya, atau bahkan menjauhkan manusia dari Tuhan," kata dia.

Kemudian kepada orang tua, dia berharap orang tua tidak semata-mata mengukur dan membandingkan anak berdasarkan nilai-nilai ilmu pengetahuannya. Dia mengatakan, orang tua harus mendidik dan menjadi panutan dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme, pemupukan spiritualitas, penanaman nilai-nilai inti, serta cara berpikir yang benar.

Dan terakhir kepada anak muda, dia meminta agar mereka tetap rendah hati.

"Potensi yang besar, semangat yang menyala-nyala, intelegensi yang tinggi, akan sempurna bila dikombinasikan dengan jiwa yang rendah hati. Kerendahan hati mendekatkan dan memudahkan kita untuk menerima pengajaran dan pembelajaran, baik dari Tuhan, sesama, maupun kehidupan," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Ni Luh Anggela
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper