Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Serang Klinik dan Rumah Sakit, WHO Kumpulkan Bukti Dugaan Kejahatan Perang oleh Rusia di Ukraina

Serangan Rusia yang disengaja terhadap fasilitas kesehatan adalah pelanggaran hukum humaniter internasional dan merupakan bentuk kejahatan perang.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 08 Mei 2022  |  08:18 WIB
Foto yang diabadikan pada 21 April 2022 ini menunjukkan pemandangan pabrik Azovstal di kota pelabuhan Mariupol. - Antara
Foto yang diabadikan pada 21 April 2022 ini menunjukkan pemandangan pabrik Azovstal di kota pelabuhan Mariupol. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah mengumpulkan bukti dugaan kejahatan perang atas serangan yang dikatakan telah didokumentasikan oleh Rusia pada fasilitas kesehatan di Ukraina.

Direktur Darurat WHO Mike Ryan, dalam kunjungan mendadak bersama dengan kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pada konferensi pers bahwa adalah tanggung jawab eksplisit dari pihak yang bertikai untuk menghindari menyerang fasilitas kesehatan. WHO telah mendokumentasikan 200 serangan terhadap rumah sakit dan klinik oleh Rusia di Ukraina.

"Serangan yang disengaja terhadap fasilitas kesehatan adalah pelanggaran hukum humaniter internasional dan dengan demikian - berdasarkan penyelidikan dan atribusi serangan - merupakan kejahatan perang dalam situasi apa pun," kata Ryan.

"Kami terus mendokumentasikan dan menjadi saksi atas serangan-serangan ini ... dan kami percaya bahwa sistem PBB dan Pengadilan Kriminal Internasional dan lainnya akan melakukan investigasi yang diperlukan untuk menilai maksud kriminal di balik serangan ini."

Rusia telah membantah tuduhan sebelumnya oleh Ukraina dan negara-negara Barat tentang kemungkinan kejahatan perang dan juga membantah menargetkan warga sipil dalam perang.

Ryan mengatakan 200 kasus tidak mewakili totalitas serangan terhadap fasilitas medis Ukraina, hanya yang telah diverifikasi oleh WHO. Kyiv mengatakan ada sekitar 400 serangan serupa sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022.

Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada hari Kamis bahwa pasukan Rusia telah menghancurkan atau merusak hampir 400 institusi kesehatan di Ukraina.

Tedros memberikan respons tegas. "Pesan saya kepada semua orang Ukraina adalah ini: 'WHO mendukung Anda' ... Kami terus menyerukan kepada Federasi Rusia untuk menghentikan perang ini," paparnya, dikutip dari Channel News Asia.

Negara-negara anggota WHO pada hari Selasa depan (10/5/2022) akan mempertimbangkan resolusi terhadap Rusia yang mencakup kemungkinan penutupan kantor regional utama di Moskow.

Rancangan resolusi tersebut tidak memberikan sanksi yang lebih keras seperti penangguhan Rusia dari dewan badan kesehatan global PBB, serta pembekuan sementara hak suaranya, kata tiga sumber diplomatik dan politik.

Rancangan tersebut, sebagian besar disiapkan oleh diplomat Uni Eropa dan diserahkan ke kantor regional WHO untuk Eropa minggu ini, mengikuti permintaan Ukraina dan akan ditandatangani oleh setidaknya 38 anggota lainnya termasuk Turki, Prancis dan Jerman.

Amnesty International mengatakan telah mendokumentasikan kejahatan perang di Ukraina, termasuk pembunuhan warga sipil yang disengaja oleh pasukan Rusia ketika mereka menduduki daerah timur laut Kyiv, ibukota Ukraina, pada bulan Februari dan Maret.

Warga sipil juga mengalami pelecehan seperti“penembakan dan penyiksaan pada tahap awal invasi Rusia, kata kelompok hak asasi itu dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Jumat (6/5/2022).

Dikutip dari Al-Jazeera, aporan tersebut menyimpulkan bahwa pasukan Rusia telah melakukan sejumlah kejahatan perang yang nyata di Bucha, termasuk banyak pembunuhan di luar hukum di dekat persimpangan jalan Yablunska dan Vodoprovidna.

Rusia yang menyebut serangan terhadap Ukraina sebagai operasi khusus menolak tuduhan kejahatan perang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia who kejahatan perang
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top