Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ukraina Khawatir Rusia Musnahkan Pejuang yang Sembunyi di Pabrik Baja Azovstal pada Senin (9/5)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan upaya diplomatik sedang dilakukan untuk menyelamatkan sisa pejuang yang bersembunyi di dalam pabrik baja Azovstal di Kota Mariupol.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 07 Mei 2022  |  13:11 WIB
Foto yang diabadikan pada 21 April 2022 ini menunjukkan pemandangan pabrik Azovstal di kota pelabuhan Mariupol. - Antara
Foto yang diabadikan pada 21 April 2022 ini menunjukkan pemandangan pabrik Azovstal di kota pelabuhan Mariupol. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan upaya diplomatik sedang dilakukan untuk menyelamatkan sisa pejuang yang bersembunyi di dalam pabrik baja Azovstal di Kota Mariupol.

Para pejuang telah bersumpah untuk tidak menyerah kepada Rusia.

Para pejabat Ukraina khawatir pasukan Rusia ingin memusnahkan mereka pada Senin (9/5/2022) pada saat momen peringatan Moskow atas kemenangan bekas Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Ukraina mengatakan, sebanyak 50 warga sipil dievakuasi pada hari Jumat (6/5/2022), menuduh Rusia melanggar gencatan senjata yang dimaksudkan untuk memungkinkan puluhan lainnya yang masih terjebak di bawah tanah untuk pergi setelah berminggu-minggu dikepung.

Mariupol telah mengalami pemboman paling merusak dari perang 10 minggu, dan pabrik Azovstal era Soviet yang luas adalah bagian terakhir dari kota - pelabuhan selatan yang strategis di Laut Azov – saat ini masih di tangan pejuang Ukraina.

Dilansir Channelnewsasia, Sabtu (7/5/2022), Zelenskyy mengatakan dalam pidato video larut malam bahwa Ukraina sedang mengerjakan upaya diplomatik untuk menyelamatkan para pembela yang berada di barikade dalam pabrik baja.

Tidak jelas berapa banyak pejuang Ukraina yang tersisa di pabrik baja  itu.

"Perantara yang berpengaruh terlibat, negara-negara berpengaruh," katanya, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

50 Orang Dievakuasi

Evakuasi yang ditengahi PBB dimulai akhir pekan lalu dari ratusan warga sipil yang berlindung di jaringan terowongan dan bunker di bawah pabrik. Tapi evakuasi mereka dihentikan selama seminggu dikarenakan ada pertempuran baru.

Pada Jumat (6/5/2022) sore, 50 wanita, anak-anak dan orang tua dievakuasi, kata Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk, menambahkan bahwa operasi itu akan berlanjut pada Sabtu (7/5/2022).

Pihak Rusia terus-menerus melanggar gencatan senjata lokal, katanya, membuat evakuasi sangat lambat.

Rusia mengonfirmasi jumlah pengungsi dan mengatakan: "Operasi kemanusiaan di Azovstal akan berlanjut pada 7 Mei."

Wali kota setempat memperkirakan awal pekan ini bahwa 200 orang terjebak di pabrik dengan sedikit makanan atau air. Tidak jelas berapa banyak yang tersisa.

Penasihat Presiden Ukraina Oleksiy Arestovych mengatakan Rusia berusaha untuk menghabisi pasukan di dalam pabrik untuk merebutnya pada hari Senin (9/5/2022) sebagai hadiah untuk Presiden Vladimir Putin pada waktunya untuk liburan Hari Kemenangan Perang Dunia II.

Putin menyatakan kemenangan di Mariupol pada 21 April, memerintahkan pabrik ditutup dan menyerukan pasukan Ukraina di dalam untuk melucuti senjata. Tetapi Rusia kemudian melanjutkan serangannya terhadap pabrik tersebut.

Ditanya tentang rencana Rusia untuk menandai hari peringatan Perang Dunia II di beberapa bagian Ukraina yang dipegangnya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan: "Waktunya akan tiba untuk menandai Hari Kemenangan di Mariupol."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vladimir putin perang dunia ii Perang Rusia Ukraina
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top