Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Shanghai Lockdown, Beijing Lakukan Tes Covid-19 ke 22 Juta Warga

Pemerintah Beijing melakukan tes Covid-19 kepada 22 juta warga untuk mencegah penularan varian baru virus Corona.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 26 April 2022  |  17:13 WIB
Pekerja dengan alat pelindung diri (APD) duduk di kendaraan yang diubah menjadi stasiun pengujian Covid-19 seluler selama lockdown di Shanghai, China, Senin (25/4 - 2022). Shanghai menjadi pusat wabah Covid/19 terburuk di China setelah kejadian di Wuhan beberapa tahun lalu. Sebanyak 138 Jiwa dilaporkan meninggal dunia pada gelombang kali ini. Bloomberg
Pekerja dengan alat pelindung diri (APD) duduk di kendaraan yang diubah menjadi stasiun pengujian Covid-19 seluler selama lockdown di Shanghai, China, Senin (25/4 - 2022). Shanghai menjadi pusat wabah Covid/19 terburuk di China setelah kejadian di Wuhan beberapa tahun lalu. Sebanyak 138 Jiwa dilaporkan meninggal dunia pada gelombang kali ini. Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga perempat dari 22 juta orang Beijing, China mulai mengantre untuk tes Covid-19 pada Selasa (26/4/2022). Hal ini dilakukan para pejabat China untuk membasmi Covid-19 dan mencegah lockdown seperti yang terjadi di Shanghai selama sebulan terakhir. 

Penduduk Beijing juga mulai membeli makanan dan kebutuhan pokok di tengah kekhawatiran akan lockdown lokal yang bisa saja tiba-tiba terjadi. Ini akibat dari pembatasan yang ketat terus meningkat di Shanghai, pusat keuangan dan komersial China yang merupakan rumah bagi 25 juta orang.

Mencoba menghindari nasib serupa dengan bertindak lebih awal, Beijing memulai tes massal terhadap 3,5 juta orang di distrik terpadat Chaoyang pada Senin (25/4/2022).

Liu Wentao, seorang juru masak Beijing mengatakan dia khawatir dengan seberapa cepat Covid-19 menyebar, tetapi dia yakin pemerintah dapat menanganinya.

“Beijing adalah Ibu Kota, pengendalian virus lebih kuat daripada di tempat lain, saya tidak berpikir itu akan seperti Shanghai, di mana tiba-tiba meningkat menjadi ribuan kasus,” kata Liu dalam perjalanan untuk dites, seperti yang dilansir dari Channel News Asia pada Selasa (26/4/2022).

Keputusan Beijing untuk sekarang menguji sekitar 20 juta orang datang hanya beberapa hari setelah puluhan infeksi ditemukan. juru bicara pemerintah kota Beijing mengatakan hal itu dilakukan untuk secara tegas mengekang risiko penyebaran epidemi dan secara efektif menjaga kesehatan warga, diputuskan untuk memperluas cakupan pemeriksaan regional berdasarkan tes yang dilakukan di distrik Chaoyang.

Di Ibu Kota, sekolah, toko, dan kantor tetap buka, tetapi kuil Lama yang ikonik mengatakan akan ditutup untuk turis mulai Rabu (27/4/2022). Sementara itu, Teater Nasional Beijing akan tutup selama sisa bulan ini.

Tiga putaran tes PCR akan dilakukan dari hari Selasa hingga Sabtu mendatang di distrik Dongcheng, Xicheng, Haidian, Fengtai, Shijingshan, Fangshan, Tongzhou, Shunyi, Changping, dan Daxing, serta Area Pengembangan Ekonomi-Teknologi Beijing.

Lockdown yang berkepanjangan telah memicu frustrasi atas hilangnya upah, pemisahan keluarga, dan kondisi karantina, serta akses ke perawatan medis dan makanan, dengan penduduk yang berjuang untuk melakukan tugas pokok.

Sementara itu, saham China memantul dari posisi terendah dua tahun pada Selasa (26/4/2022) dengan pasar mengalihkan perhatian mereka ke kemungkinan lebih banyak stimulus kebijakan karena kasus Covid-19 Beijing semakin menggelapkan prospek ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Namun, dampak dari  di Beijing diperkirakan akan jauh lebih kecil daripada di pusat kekuatan ekonomi Shanghai.

“Jika ada kuncitara di Beijing, saya pikir itu berdampak lebih kecil pada bisnis karena sebagian besar posisi ini dapat dilakukan dari rumah,” ujar Joerg Wuttke, presiden Kamar Dagang Uni Eropa yang berbasis di Beijing.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china beijing Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top