Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

YKMI Sebut Hanya Tiga Jenis Vaksin yang Dapatkan Sertifikasi Halal

Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) memastikan sejauh ini hanya tiga jenis vaksin yang sudah mendapatkan sertifikasi halal, yakni Sinovac, Zivifax dan vaksin Merah Putih.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 25 April 2022  |  17:08 WIB
Seorang tenaga kesehatan menyiapkan vaksin Astra Zeneca saat vaksinasi booster di UPT Puskesmas Cibiru, Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/4/2022). Vaksinasi booster di Kota Bandung telah mencapai 21 persen dan ditargetkan menyentuh angka 30 persen pada April 2022. - Antara
Seorang tenaga kesehatan menyiapkan vaksin Astra Zeneca saat vaksinasi booster di UPT Puskesmas Cibiru, Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/4/2022). Vaksinasi booster di Kota Bandung telah mencapai 21 persen dan ditargetkan menyentuh angka 30 persen pada April 2022. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) memastikan sejauh ini hanya tiga jenis vaksin yang sudah mendapatkan sertifikasi halal, yakni Sinovac, Zivifax dan vaksin Merah Putih.

Direktur Eksekutif YKMI, Ahmad Himawan mengatakan dirinya belum mendapatkan informasi jenis vaksin yang lainnya, selain ketiga vaksin yang disebutkan sebelumnya.

“Sependek pengetahuan saya hanya tiga jenis vaksin halal. Pertama, Sinovac. Kedua, Zivifax dan yang terakhir Merah Putih. Belum ada tambahan lagi yang lain,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin (25/4).

Meski demikian, jika ada tambahan jenis vaksin halal lainnya, Himawan justru semakin senang. Sebab, artinya semakin banyak opsi pemerintah untuk menyediakan vaksin halal.

“Jika ada jenis vaksin halal tambahan lagi, YKMI justru semakin senang. Artinya pemerintah tidak bisa berkilah lagi untuk menyediakan vaksin halal. Sebab pilihannya semakin banyak,” jelas dia.  

Karena itu, bagi Himawan, yang terpenting saat ini bukanlah menambah jenis vaksin halal. Menurutnya, hal yang paling penting justru memastikan pemerintah untuk segera melaksanakan Putusan Mahkamah Agung (MA) terkait vaksin halal. Pemerintah, menurut Himawan, harus diberi tenggat waktu (deadline) untuk melaksanakan putusan tersebut secepatnya.

“Jadi, bagi saya pribadi, kita semua harus mendorong pemerintah mengumumkan tenggat waktu penyediaan vaksin halal. Sebab itu hal yang terpenting dari putusan MA. Tiga jenis vaksin atau lebih, itu tinggal pilihan pemerintah atau Kemenkes sebagai pengambil kebijakan,” tuturnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin halal
Editor : Puput Ady Sukarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top