Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-52: Kapal Perang Rusia Hancur, Ukraina Bersiap Terima Serangan Rusia

Ukraina bersiap menerima serangan balasan Rusia akibat dari serangan mereka ke kapal perang Rusia Moskva dua hari yang lalu.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 16 April 2022  |  12:23 WIB
Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-52: Kapal Perang Rusia Hancur, Ukraina Bersiap Terima Serangan Rusia
Warga Ukraina terpaksa mengungsi dari rumahnya lantaran pasukan Rusia membombardir kota Mariupol, Ukraina - Aljazeera
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Penyerangan Rusia ke Ukraina telah memasuki hari ke-52 sejak awal serangan yang mereka lakukan ke Ukraina. Pada hari ke-52 ini, Ukraina sedang bersiap atas dugaan serangan balasan yang dilakukan oleh Rusia atas tenggelamnya kapal perang Rusia Moskva yang dilakukan tentara Ukraina

Selain itu, dari laporan yang dikutip dari The Guardian, Sabtu (16/4/22) terdapat sebanyak 900 warga sipil tewas di kota Kyiv setelah Rusia meninggalkan kota tersebut beberapa hari yang lalu.  Selain kejadian tersebut, terdapat beberapa kejadian yang ada pada perang atau invasi Rusia ke Ukraina pada hari ke-52 ini.

Simak rangkuman perang Rusia vs Ukraina pada hari ke-52:

Kapten Kapal Moskva Dikabarkan Tewas Ketika Serangan Berlangsung

Ukraina mengklaim jika kapten kapal perang Rusia Moskva tewas dalam serangan yang dilakukan Ukraina pada kapal perang Rusia tersebut. Anton Gerashchenko, penasihat kementerian dalam negeri Kyiv, mengatakan Anton Kuprin (Kapten kapal Rusia) tewas dalam ledakan dan kebakaran yang terjadi di atas kapal. 

Ukraina Bersiap Menerima Serangan Balasan Rusia

Ukraina sedang bersiap untuk menerima serangan balasan Rusia akibat dari serangan mereka ke kapal perang Rusia Moskva dua hari yang lalu. Intelijen Barat telah menguatkan laporan Ukraina bahwa dua rudalnya menenggelamkan kapal perang Moskva di Laut Hitam. 

Diketahui, serangan Rusia menargetkan pabrik di dekat Kyiv tempat rudal Ukraina yang digunakan untuk menenggelamkan kapal utama dibuat.

900 Mayat Warga Sipil Ditemukan di Kyiv

Setelah ditariknya mundur tentara Rusia dari Kyiv, kepolisian melaporkan ada lebih dari 900 mayat sipil telah ditemukan di wilayah sekitar Kyiv. Hampir semua dari mereka ditembak mati, yang menunjukkan eksekusi yang dilakukan oleh Rusia kepada warga Ukraina. 

Jumlah korban di Kyiv jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya. Di Kharkiv, para pejabat juga mengatakan bahwa 10 orang, termasuk seorang bayi, tewas dan 35 terluka setelah serangan udara Rusia.

Zelensky Minta AS Klaim Rusia Sebagai Negara Teroris

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, baru-baru ini mengajukan permohonan langsung kepada mitranya dari AS, Joe Biden, agar Washington menunjuk Rusia sebagai “representasi negara terorisme”.

Permintaan yang diminta oleh Zelensky ini akan menjadi sanksi yang langka dan radikal. Namun Zelensky dengan tegas menekan barat untuk membantu perlawanan Ukraina terhadap invasi Rusia yang sudah berlangsung hampir dua bulan lamanya ini.

Swedia dan Finlandia Pertimbangkan Keanggotaan NATO

Swedia dan Finlandia mengatakan mereka sedang mempertimbangkan keanggotaan NATO. Hal tersebut disampaikan olej Tytti Tuppurainen, menteri Finlandia untuk urusan Eropa. 

Tytti mengatakan jika rakyat Finlandia tampaknya sudah mengambil keputusan tentang keanggotaan Finlandia di NATO. Dia menambahkan keputusan itu sangat mungkin terjadi, akan tetapi belum resmi dibuat karena harus menunggu diskusi di parlemen.

Rusia Siap Pusatkan Serangan ke Kyiv Jika Ukraina Serang Wilayah Rusia

Rusia mengancam akan mengintensifkan serangannya ke Kyiv jika pasukan Ukraina melakukan operasi apa pun di wilayah Rusia. Seorang juru bicara kementerian pertahanan Moskow mengatakan: "Jumlah dan skala serangan rudal terhadap sasaran di Kyiv akan meningkat sebagai tanggapan terhadap rezim nasionalis Kyiv yang melakukan serangan apa pun yang bersifat teroris atau sabotase di wilayah Rusia."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top