Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Demonstrasi Mahasiswa Besok, Sekjen PDIP Buka Suara

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo sejak awal sudah bersikap taat konstitusi terkait isu penundaan pemilu.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 10 April 2022  |  21:19 WIB
Soal Demonstrasi Mahasiswa Besok, Sekjen PDIP Buka Suara
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto saat menghadiri acara tanam pohon dan tebar benih ikan di Waduk Rawa Lindung, Pesanggrahan, Jakarta, Minggu (21/3/2021). - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto meminta agar mahasiswa yang akan melakukan demonstrasi pada Senin (11/4/2022), agar tidak salah alamat dalam melayangkan tuntutan

Hasto Kristiyanto bahwa demonstrasi adalah hak seluruh warga Indonesia.

“Saya dulu juga ikut demo untuk menjelang Pak Harto lengser. Jadi itu kan hak untuk berserikat dan berkumpul. Termasuk menyampaikan pendapat. Itu kan diatur konstitusi,” katanya di Jakarta, Minggu (10/4/2022).

Hasto menjelaskan bahwa apabila demonstrasi ditujukan terkait dengan isu penundaan pemilu, dia menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo sejak awal sudah bersikap taat konstitusi.

“Jika demo ditujukan untuk agenda itu, saya jadi teringat suatu lagu. Jangan sampai salah alamat seperti lagu dari Ayu TingTing. Jangan salah alamat,” jelasnya.

Seperti diketahui, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana melakukan demonstrasi besok, Senin (11/4/2022). Berdasarkan undangan aksi Aliansi BEM SI yang diterima Bisnis, agenda dimulai pada pukul 10.00 di DPR, Jakarta.

Ada empat tuntutan yang diperjuangkan dalam aksi demonstrasi tersebut.

Pertama, mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat, bukan aspirasi partai.

Kedua, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.

Ketiga, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen. Bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode.

Terakhir, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip pemilu demonstrasi bem pdi perjuangan
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top