Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hilal Tidak Mungkin Terlihat, BRIN: Awal Ramadan 2022 Kemungkinan 3 April

Profesor di Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin menyebut hilal tidak mungkin terlihat pada 1 April, sehingga awal Ramadan 2022 kemungkinan jatuh pada 3 April 2022.
Petugas Rukyat mengamati posisi Hilal menggunakan teropong saat Rukyatul Hilal di Pantai Jerman, Kuta, Bali, Selasa (16/6). Pengamatan Hilal yang dilakukan oleh sejumlah lembaga keagamaan bersama BMKG Bali tersebut dilakukan untuk penentuan awal Ramadan 1436 H. /ANTARA
Petugas Rukyat mengamati posisi Hilal menggunakan teropong saat Rukyatul Hilal di Pantai Jerman, Kuta, Bali, Selasa (16/6). Pengamatan Hilal yang dilakukan oleh sejumlah lembaga keagamaan bersama BMKG Bali tersebut dilakukan untuk penentuan awal Ramadan 1436 H. /ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Invovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin mengatakan tidak mungkin hilal terlihat pada 1 April 2022 sehingga 1 Ramadan 1443 H kemungkinan akan jatuh pada tanggal 3 April 2022.

Untuk menentukan awal Ramadan 2022, pemerintah akan menggelar Sidang Isbat pada Jumat (1/4) sore. Sebelumnya, pemantauan hilal dilakukan terlebih dulu di sejumlah titik lokasi di Indonesia.

Adapun, dengan kriteria Wujudul Hilal (antara arsi merah dan putih), Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 2 April 2022.

"Garis tanggal tinggi 2 derajat (antara arsis biru dan putih) sediki di sebelah barat wilayah Indonesia. Artinya, sangat tidak mungkin akan terlihat hilal pada 1 April di wilayah Indonesia, sehingga 1 Ramadhan berpotensi 3 April 2022," kata Thomas yang juga merupakan mantan Ketua LAPAN, dikutip dari blog pribadinya, Jumat (1/4/2022).

Lebih lanjut, Thomas mengatakan bahwa hilal terlalu rendah untuk diamati, umumnya di wilayah Indonesia tinggi bulan kurang dari 2 derajat.

"Itu artinya rukyatul hilal (pengamatan hilal) pada saat magrib 1 April berpotensi tidak terlihat. Kalaupun ada yang melaporkan menyaksikan itu sangat meragukan sehingga berpotensi ditolak saat sidang isbat. Sehingga berdasarkan rukyat, 1 Ramadhan 143 H kemungkinan besar pada 3 April 2022," ujarnya.

Thomas kemudian mengungkapkan data hisab (perhitungan astronomi) di Surabaya, Jakarta dan Medan yang menunjukkan tinggi bulan kurang dari 2 derajat.

"Dengan kriteria baru MABIMS, pada 1 April posisi bulan tidak mungkin teramati. Jadi sangat mungkin Sidang Isbat pada 1 April akan memutuskan 1 Ramadhan 1443 jatuh pada 3 April atau berbeda dengan Muhammadiyah yang mengumumkan 1 Ramadhan 1443 pada 2 April 2022," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan bulan puasa atau 1 Ramadan 1443 H jatuh pada 2 April 2022, sedangkan 1 syawal atau Idulfitri jatuh pada Senin, 2 Mei 2022.

Ketetapan itu disampaikan dalam maklumat Pimpinan pusat Muhammadiyah no.01/MLM/I.0/E/2022 tentang penetapan hisab ramadan, syawal dan Djulhidjah.

“Hilal sudah wujud, dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam itu Bulan berada di atas ufuk. Maka 1 Ramadan 1443 H jatuh pada hari Sabtu, 2 April 2022,” tulis Muhammadiyah dalam keterangan resmi dikutip pada Minggu (13/2/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper