Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Ukraina Tuding Rusia Jatuhkan Bom Fosfor Putih, Seberapa Berbahaya?

Presiden Ukraina menuding pasukan Rusia yang menyerang menggunakan fosfor putih, zat kimia kontroversial yang dapat menyebabkan kerusakan parah dan membunuh warga sipil secaramembabi buta.
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 26 Maret 2022  |  09:51 WIB
Warga Ukraina terpaksa mengungsi dari rumahnya lantaran pasukan Rusia membombardir kota Mariupol, Ukraina - Aljazeera
Warga Ukraina terpaksa mengungsi dari rumahnya lantaran pasukan Rusia membombardir kota Mariupol, Ukraina - Aljazeera

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Ukraina menuding pasukan Rusia yang menyerang menggunakan fosfor putih, zat kimia kontroversial yang dapat menyebabkan kerusakan parah dan membunuh warga sipil secara membabi buta.

“Pagi ini, Ukraina dijatuhi bom fosfor. Bom fosfor Rusia. Korban jiwa kembali berjatuhan,” kata Presiden Volodymyr Zelensky, dikutip dari The Washington Post, Sabtu (26/03/2022).

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov membantah tudingan Zelensky. Menurutnya, Rusia tidak menyalahi aturan peperangan.

"Kami [Rusia] tidak pernah melanggar konvensi internasional [termasuk menggunakan senjata kimia dalam perang]," sergah Peskov.

Fosfos putih merupakan bahan kimia industri dengan sifat pembakar, fosfor putih dapat digunakan dalam konflik karena berbagai alasan. Saat amunisi yang mengandung zat tersebut meledak, bahan kimia di dalamnya menciptakan awan putih tebal. Banyak negara, termasuk Amerika Serikat, telah menggunakan zat tersebut untuk membuat tabir asap selama konflik atau untuk memberi sinyal kepada pasukan.

Tetapi zat itu sendiri dapat menyebabkan dampak serius pada manusia, termasuk kematian. Fosfor putih terbakar pada suhu yang sangat tinggi yaitu 800 derajat Celcius ke atas, jadi jika zat tersebut bersentuhan dengan tubuh manusia manusia, zat kimia tersebut dapat membakar sampai ke tulang. Fosfor putih sangat reaktif, sehingga mudah menyala saat bersentuhan dengan oksigen.

Bahan kimia tersebut juga dapat memasuki aliran darah jika kontak dengan tubuh manusia dalam waktu lama, meracuni organ-organ seperti ginjal, hati dan jantung dan mungkin menyebabkan kegagalan fungsi organ. Asap yang dikeluarkan oleh fosfor putih juga dapat merusak sistem pernapasan.

Penggunaan senjata pembakar dalam perang memiliki masa lalu yang kelam. Penggunaan napalm oleh Amerika Serikat di Vietnam menimbulkan kecaman dunia internasional. Beberapa dekade kemudian, penggunaan fosfor putih di Gaza oleh pasukan Israel memicu kecaman global. Senjata kimia seperti itu dapat menyebabkan kerusakan dahsyat.

Meski sangat berbahaya, fosfor putih memiliki legalitas untuk penggunaan, sehingga sulit diperkarakan dalam hukum kemanusiaan internasional. Fosfor putih tidak dianggap sebagai senjata kimia dan tidak dilarang (penggunaannya) oleh hukum kemanusiaan internasional.

Konvensi Senjata Konvensional Tertentu, yang ditandatangani oleh Rusia dan 112 negara lain, melarang penggunaan senjata pembakar di wilayah sipil. Tetapi karena tujuan utama fosfor putih adalah untuk membuat asap, beberapa ahli hukum berpendapat bahwa itu tidak boleh dianggap sebagai senjata pembakar.

Human Rights Watch telah meminta pemerintah untuk menulis ulang Protokol III dari konvensi tersebut, yang berfokus pada senjata pembakar, agar lebih jelas memasukkan fosfor putih dan senjata modern lainnya. Menargetkan wilayah sipil tanpa pandang bulu dianggap sebagai kejahatan perang terlepas dari senjata yang digunakan berdasarkan hukum humaniter internasional.

Sebelumnya, otoritas Rusia pernah menuduh Ukraina menggunakan fosfor putih dalam memerangi separatis yang didukung Moskow di Crimea setelah 2014, meskipun Ukraina membantah menggunakan bom pembakar dan kelompok hak asasi mengatakan mereka tidak menemukan bukti untuk mendukung klaim tersebut. Dalam sebuah surat tahun 2015 kepada Human Rights Watch, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa Rusia setuju bahwa “penggunaan senjata yang tidak tepat seperti senjata pembakar menyebabkan kerusakan kemanusiaan yang signifikan.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina senjata kimia Perang Rusia Ukraina
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top