Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Camping di IKN Bersamaan Peristiwa 160 Tahun Perang Banjar

Perang Banjar atau Perang Banjar-Barito atau Perang Kalimantan Selatan adalah perang perlawanan terhadap penjajahan kolonial Belanda yang berlangsung antara tahun 1859-1905 yang terjadi di Kesultanan Banjar yang meliputi wilayah provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 14 Maret 2022  |  12:50 WIB
Jokowi Camping di IKN Bersamaan Peristiwa 160 Tahun Perang Banjar
Perang Banjar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan menginap di titik nol kilometer Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur bersama dengan 34 gubernur dan 15 tokoh.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengatakan bahwa gubernur seluruh provinsi dan para tokoh-tokoh telah tiba di Balikpapan, Kalimantan Timur. Selanjutnya, Jokowi bersama para gubernur dan tokoh-tokoh akan melakukan sebuah prosesi doa bersama. 

Jokowi juga bakal berkemah dan melakukan ritual Kendi Nusantara yang akan diikuti seluruh gubernur se-Indonesia. Para gubernur diwajibkan membawa air dan tanah dari masing-masing daerahnya ke IKN.

Menariknya, acara berkemah ini bersamaan dengan berakhirnya perang Banjar.

Mengutip Wikipedia Perang Banjar atau Perang Banjar-Barito atau Perang Kalimantan Selatan adalah perang perlawanan terhadap penjajahan kolonial Belanda yang berlangsung antara tahun 1859-1905 yang terjadi di Kesultanan Banjar yang meliputi wilayah provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Perang Banjar berlangsung antara 1859 -1906 (menurut sumber Belanda 1859-1863. Konflik dengan Belanda sebenarnya sudah mulai sejak Belanda memperoleh hak monopoli dagang di Kesultanan Banjar.

Dengan ikut campurnya Belanda dalam urusan kerajaan, kekalutan makin bertambah. Pada tahun 1785, Pangeran Nata yang menjadi wali putra mahkota, mengangkat dirinya menjadi raja dengan gelar Sultan Tahmidullah II (1785-1808) dan membunuh semua putra almarhum Sultan Muhammad.

Pangeran Amir, satu-satunya pewaris tahta yang selamat, berhasil melarikan diri lalu mengadakan perlawanan dengan dukungan pamannya Gusti Kasim (Arung Turawe), tetapi gagal. Pangeran Amir (kakek Pangeran Antasari) akhirnya tertangkap dan dibuang ke Ceylon (kini Sri Langka).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi bumi perkemahan IKN
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top