Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Negoisasi Rusia-Ukraina Terancam Mandek, Inggris Serukan Isolasi Transaksi SWIFT terhadap Rusia

Pengumuman untuk negoisasi damai antara keduanya telah disampaikan Kremlin. Rusia mengajak dialog Ukraina di Ibu Kota Belarusia, Minsk. Sebaliknya, Ukraina menjawab bahwa pembicaraan damai bisa dilangsungkan di Ibu Kota Polandia, Warsawa.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 26 Februari 2022  |  02:27 WIB
Potret Vladimir Putin, Presiden Rusia, dipajang di toko Angkatan Darat Rusia di Moskwa, Rusia, Rabu (23/2/2022). Pasukan Rusia menyerang Ukraina setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi untuk
Potret Vladimir Putin, Presiden Rusia, dipajang di toko Angkatan Darat Rusia di Moskwa, Rusia, Rabu (23/2/2022). Pasukan Rusia menyerang Ukraina setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi untuk "demiliterisasi" Ukraina, yang memicu kecaman internasional dan ancaman AS akan "sanksi berat" lebih lanjut terhadap Moskwa. - Bloomberg/Andrey Rudakov

Bisnis.com, JAKARTA- Pemerintah Rusia menganggap ajakan berdialog telah dimentahkan Ukraina. Undangan pembicaraan yang dilayangkan Presiden Rusia Vladimir Putin dinilai tak bersambut.

Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (26/2/2022), pengumuman untuk negoisasi damai antara keduanya telah disampaikan Kremlin. Rusia mengajak dialog Ukraina di Ibu Kota Belarusia, Minsk.

Sebaliknya, Ukraina menjawab bahwa pembicaraan damai bisa dilangsungkan di Ibu Kota Polandia, Warsawa. Namun tanggapan Ukraina itu diacuhkan Kremlin.

Proses diplomasi inipun tengah berlangsung di tengah invasi militer Rusia yang mendekat ke Ibu Kota Ukraina, Kiev. Rusia menginginkan posisi netral Ukraina, dan tidak masuk dalam keanggotaan pakta pertahanan atlantik utara (NATO).

Tidak hanya itu, Rusia menuding negara tetangganya itu ingin mencaplok kembali dua wilayah yang memerdekakan diri. Ukraina pun membantah tudingan-tudingan tersebut.

Melihat gelagat tersebut, Inggris sebagai negara sekutu telah melakukan sanksi bagi Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov. Langkah itupun diikuti Uni Eropa.

Selain itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk mengisolasi Rusia. Salah satunya yakni menjauhkan negara eks Uni Soviet itu dari transaksi pembayaran internasional SWIFT.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Perang Rusia Ukraina
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top