Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Andi Widjajanto Terakhir Lapor LHKPN Tahun 2015, Nilainya Rp12,6 Miliar

Andi terakhir kali melaporkan kekayaan pada 2015 saat menjadi Sekretaris Kabinet, saat itu dia memiliki harta Rp12,67 miliar.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 21 Februari 2022  |  12:56 WIB
Andi Widjajanto Terakhir Lapor LHKPN Tahun 2015, Nilainya Rp12,6 Miliar
Andi Widjajanto meninggalkan kantor Setkab menggunakan Mini Cooper setelah Presiden Joko Widodo mencopot jabatannya digantikan oleh Pramono Anung, Rabu (12/8/2015). - JIBI/Akhirul Anwar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Andi Widjajanto sebagai Gubernur Lemhanas yang baru hari ini, Senin, (21/2/2022).

Andi terakhir kali melaporkan kekayaan pada 2015 saat menjadi Sekretaris Kabinet. Usai dicopot Jokowi sebagai Seskab, Andi tak memiliki kewajiban menyampaikan LHKPN, karena tidak lagi berstatus penyelenggara negara.

Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) ketika itu, dia memiliki Rp12,67 miliar.

Itu terdiri atas tanah dan bangunan Rp1,99 miliar, alat transportasi dan mesin lainnya Rp2,35 miliar, dan harta tidak bergerak lainnya Rp258,05 juta.

Andi mempunyai surat berharga Rp399,98 juta juga giro dan setara kas lainnya Rp6,55 miliar serta US$310.000. dia tidak mempunya utang sehingga total hartainya saat itu adalah Rp11,57 miliar dan US$310.000.

Dikutip dari laman lembaga kajian LAB 45, Andi Widjajanto merupakan Koordinator LAB 45 dengan konsentrasi kajian pertahanan, hubungan internasional, dan keamanan siber.

Andi tercatat pernah menjabat sebagai Sekretaris Kabinet di masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (2014-2015).

Sejak 2016, alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia ini diangkat menjadi Penasihat Senior Kepala Staf Kepresidenan sejak 2016.

Andi mempelajari studi hubungan internasional dan pertahanan di School of Oriental and African Studies (SOAS), London School of Economics and Political Science (LSE), National Defense University di Washington D.C., dan S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) di Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi lemhanas Andi Widjajanto
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top